555.000 untuk Guru MDTA

Senin, 15 Oktober 2018 14:04:41 220
555.000 untuk Guru MDTA

555.000 untuk Guru MDTA

Oleh: Saidul Tombang

Malam tadi saya berjumpa dengan Jalinus, teman lama yang kini jadi guru MDTA di Kampar. Ada 5 hal yang perlu saya garis bawahi dari pembicaraan yang ditemani teh manis hangat itu

1. Insentif guru MDTA dari Pemkab Kampar yang dijanjikan Bupati H Azis Zaenal itu sangat memprihatinkan. Awalnya dijanjikan naik tiga kali lipat, ternyata kebalikannya. Kalau tahun 2017 mereka mendapatkan Rp317 ribu per bulan dan dibayar per bulan, maka tahun ini menjadi Rp350 ribu per bulan dan baru dibayar 5 bulan dari hanya 7 bulan yang dijanjikan.

2. Untuk tahun 2019, insentif itu dianggarkan tiga kali lipat lebih rendah, sekitar Rp5 miliar setahun. Artinya, kalau dibagi kepada ribuan guru MDTA , mereka hanya dapat tak sampai selembar duit, yaitu hanya Rp99 ribu saja per bulannya. Artinya, insentif itu bukan naik tiga kali lipat namun turun tiga kali lipat.

3. Selain insentif dari Pemkab Kampar, para guru MDTA hanya mendapatkan honor dari iuran murid yang diperkirakan hanya berkisar pada angka Rp250 ribu per bulan. Banyak di antara mereka yang menerima total pendapatan sekitar Rp555.000 per bulan atau kurang.

4. Bisakah dibayangkan, sampai kemanakah pendapatan Rp555.000 per bulan itu dibelanjakan? Hanya cukup beli beras. Lalu beli gas, minyak goreng, lauk, sayur, minyak motor pergi mengajar, bayar listrik, jajan anak, bedak istri, mau pakai duit mana?

5. Bisakah kita bayangkan perasaan para guru MDTA beserta anak istrinya yang berharap Rp555.000 per bulan, tahun depan mungkin hanya Rp300.000 per bulan itu? Dimana keberpihakan kita kepada guru agama yang mengajarkan arab melayu, fiqih, ibadah, akhlak, sejarah Islam, khat, dan lainnya itu sementara mereka sedang lapar?

#savegurumdta
#sayapernahjadigurumda

SAIDUL TOMBANG
Caleg DPRD Riau
Partai Keadilan Sejahtera
Nomor Urut 5
Daerah Pemilihan Kabupaten Kampar

KOMENTAR