Anak Gusdar Mengejar Mimpi, Ingin Bermanfaat Bagi Keluarga

Kamis, 06 Juli 2017 16:58:11 372
Anak Gusdar Mengejar Mimpi, Ingin Bermanfaat Bagi Keluarga
Pangkalan Kerinci, Inforiau.co - Siapa sih yang tak ingin bermimpi. Apalagi merindukan mimpi indah. Mimpi-mimpi yang indah tentu jadi pilihan bagi kita semua. Mimpi bukan saja ada di alam tidur. Mimpi juga ada dalam alam sadar/nyata. Mimpi dalam bentuk angan-angan dan cita-cita.
 
Mimpi yang semakin menjadi kenyataan telah dialami oleh Resi Wilinsih, si dara cantik dari negeri istana Kabupaten Kampar, yaitu Gunung Sahilan. Berbekal pendidikan yang mumpuni, beliau sekarang telah berkhidmat kepada masyarakat melalui ilmu dan pengetahuan yang dia miliki.
 
Resi berkisah, mimpinya tersebut dimulai dari tawaran beasiswa dari salah satu perusahaan pulp and paper terbesar di Riau, PT. Riau Andalan Pulp and Paper. Yah, semua mimpi baik di alam nyata ini mulai digembleng dari dunia pendidikan yang mumpuni. Pendidikan merupakan hal yang penting bagi setiap manusia. Pendidikan yang baik dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan kesejahteraan sesorang. Pendidikan juga membentuk sumber daya manusia yang intelek dan berkualitas.
 
Dan untuk mendukung hal tersebut, PT RAPP selama ini terus konsisten dan komitmen untuk mendukung hal tersebut. PT. Riau Andalan Pulp and Paper (PT RAPP) konsisten memberikan beasiswa pendidikan kepada masyarakat setempat.
 
Resi Wilinsih kuliah di perguruan tinggi berkat beasiswa yang ia peroleh dari PT RAPP setelah menjalani beberapa kali tes. Resi langsung dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan pendidikan ke Akademi Teknik Pulp dan Kertas (ATPK) Bandung.
 
“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan beasiswa dari PT RAPP,” kata Resi pentingnya pendidikan bagi Resi, ia ingin membuat hidup keluarganya menjadi lebih baik. Bapaknya adalah seorang petani dengan penghasilan Rp 1,5 juta per bulan, sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga.
 
Kondisi ini yang membuat Resi ingin mendapatkan pendidikan tinggi dan pekerjaan lebih baik, agar keluarganya lebih sejahtera. Resi kembali berkisah, bahwa salah satu syarat beasiswa tersebut harus lulusan IPA di SMA. Sementara dia adalah lulusan SMK jurusan Kimia.
 
“Tapi kata panitia, gapapa coba saja dulu. Jadi saya kirim formulirnya dan ternyata lulus seleksi dokumen,” ujar Resi, 22 tahun menirukan ucapan panitia dari PT RAPP. Setelah Resi menyelesaikan pendidikan D3 dari ATPK pada 2015 lalu. Ia langsung bekerja di Departemen Teknis PT RAPP sebagai Teknisi Pulp yang bertanggung jawab untuk melakukan kontrol kualitas.
 
“Saya menikmati pekerjaannya di PT RAPP, karena saya memang menyukai bidang teknik dan kimia. Semoga dapat melanjutkan pendidikan di bidang kimia dan teknik industri dalam waktu dekat, karena saya ingin menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan,” harap Resi lagi.
 
Sejak tahun 1999 hingga 2016, 65 beasiswa pendidikan diberikan kepada lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) setempat untuk melanjutkan ke jenjang Diploma Akademi Teknologi Pulp dan Kertas (ATPK) Bandung. rls

KOMENTAR