Angka Kemiskinan di Rohul Terus Meningkat

Minggu, 26 Maret 2017 10:53:00 1328
Angka Kemiskinan di Rohul Terus Meningkat
Kepala Tata Usaha BPS Rohul, Prima Budiriharti
Rokan Hulu, Inforiau.co -  Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan di Rohul tiap tahun terus mengalami peningkatan sekitar 0,3. Hal itu disampaikan oleh Kepala Tata Usaha BPS, Prima Budiriharti, saat dijumpai di ruangannya Kamis (23/03/17).
 
Dijelaskan Prima, untuk tingkatan kemiskinan di Kabupaten Rohul itu berdasarkan data pada tahun 2014 ke 2015 terus mengalami peningkatan kemiskinan dari  58.000  jiwa menjadi  68.000 jiwa yang terdapat di Kecamatan Bonai Darusalam, yang kalau dipersentasikan mencapai 0,3 persen tiap tahun.
 
Menurutnya, penyebab meningkatnya angka kemiskinan di Rohul dikarenakan berbagai faktor terutama musibah banjir, kebakaran yang menyebabkan warga masyarakat mengalami kerugian, kemudian pola hidup masyarakat petani juga sangat berpegaruh seperti peralihan fungsi lahan.
 
"(Selain itu) peralihan profesi dari petani menjadi pekerja buruh pabrik, dan diperparah masalah harga komoditi harga sawit, karet yang terus mengalami penurunan harga sehingga berpengaruh terhadap pendapatan petani, kemudian berdampak terhadap daya beli masyarakat," ungkapnya.
 
Ia menambahkan kedepan juga mengharap kepada pejabat atau pemangku jabatan di Rokan Hulu agar bisa melakukan analisa terkait data yang disajikan pihaknya, sebab BPS dalam  melakukan pendataan langsung turun ke lapangan.
 
"Maka apa yang dihasilkan merupakan potret realita lapangan dengan menjadikan kekurangan sebagai evaluasi, guna kembali menaikkan perekonomian atau menghapus tingkat kemiskinan di suatu daerah, misalnya kekurangan di bidang kesehatan, bidang pendidikan, pembangunan maka dalam hal ini pemerintah bisa mengambil sebuah kebijakkan dengan melakukan perbaikkan baik di bidang pendidikan, kesehatan maupun di bidang pembagunan," terangnya.
 
Untuk diketahui, dulu Kecamatan Tambusai Utara merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, namun seiring berjalannya waktu pemerintah memberikan perhatian serius dengan membangun akses jalan sehingga investor menanam sahamnya.
 
"Secara tak langsung menghidupkan roda perekonomian warga," pungkasnya.mek
 
editor: asa
 

KOMENTAR