Astaga. Ketua DPRD Jual Miras

Minggu, 03 Januari 2016 21:22:09 1409
Astaga. Ketua DPRD Jual Miras
gusri effendi ketua dprd dumai
Dumai, inforiau.co - Entah apa yang ada di benak Ketua DPRD Dumai, Gusri Effendi. Pria pilihan rakyat tersebut kedapatan di salon Ria 2 milik Leni yang merupakan istri simpanannya. Tak tanggung-tanggung, salon yang juga berfungsi sebagai tempat karoke itu juga menjual minuman keras. Ckckckck.....
 
Pria terhormat itu sebenarnya 'ditemukan' tanpa sengaja. Saat itu, tim dari Polres Dumai sedang mengadakan razia minuman keras dan penyakit masyarakat. Eh, pas sampai di Salon Ria 2, di sana ternyata ada Gusri Effendi ini.
 
Karena tidak ingin pandang bulu, tim Polres yang dipimpin Kasat Binmas AKP Agung Triadi SIK langsung menyita sejumlah minuman keras yang berada di salon tersebut.
Bukannya malu, ternyata sang Ketua DPRD Dumai itu malah meradang. Bersama sang istri, Leni, mereka marah-marah pada petugas. 
 
“Ini kenapa minuman saya dibawa?” tanya Gusri kepada Kasat Binmas. 
 
Agung mengatakan mereka sedang melakukan razia cipta kondisi jelang tahun baru 2016. Setelah mendapat penjelasan, Gusri kembali bertanya. “Kamu Kasat apa?” tanya politisi PDIP ini. Setelah mengetahui identitas perwira yang memimpin razia, Gusri Effendi duduk di lobi Salon Ria 2. 
 
Kegaduhan sempat terjadi saat pewarta media yang meliput kegiatan, mengabadikan momen tersebut. “Itu kenapa difoto-foto?” tanya Leni ke wartawan.  “Tolong dihapuslah,” pinta Leni dengan ketus seperti dilansir dari jpnn.com.
 
Permintaan itu tak dituruti sang wartawan. Dia terus mengabadikan momen razia. Kondisi itu membuat Gusri beranjak dari duduknya. “Kamu nampak kali sengaja mengambil foto saya ya. Tolong dihapus,” sebut Gusri.
 
Salon Ria 2 di Jalan Merdeka Lama, Kelurahan Bintan, Kecamatan Dumai Kota merupakan satu dari sekian tempat yang dirazia. Di salon ini, petugas mendapati adanya minuman beralkohol. Diketahui, salon ini menyediakan fasilitas karaoke.
 

PDIP Minta Maaf

Sekretaris PDI Perjuangan Dumai, A Tito Gito menyayangkan sikap Gusri Effendi yang berada malam hari di salon. Lalu sempat bersitegang dengan petugas saat melakukan razia dan hendak mengamankan minuman dari salon milik istrinya tersebut. 
 
"Ini jelas menyalahi etika. Kenapa seorang anggota dewan pada malam hari berada di salon. Seharusnya dewan menjadi contoh bagi masyarakat. Apalagi dia (Gusri Effendi) merupakan ketua DPRD Dumai dan wakil rakyatnya," tegas senior Politisi PDI Perjuangan ini, kemarin. 
 
Oleh sebab itu, atas nama PDI Perjuangan, Tito minta maaf kepada masyarakat. Pihak DPC PDI Perjuangan tentu akan melakukan evaluasi terhadap Gusri Effendi, yang merupakan anggota DPRD dari PDI Perjuangan di Kota Dumai. 
 
Bahkan dalam masalah ini, pihak partai tidak segan-segan memberi teguran keras kepada Gusri Effendi. Artinya PDI Perjuangan Dumai tidak akan membiarkan pelanggaran etika terjadi. Sehingga akan mencari tahu kebenaran dari masalah tersebut. 
 
"Setelah libur tahun baru, kita akan lakukan pemanggilan terhadap Gusri Effendi. Kita akan lakukan evaluasi. Sebab ini sudah masuk ranah etika. Kami tidak ingin gara-gara oknum seperti ini citra Partai PDI Perjuangan menjadi buruh di mata masyarakat Dumai," papar Tito. 
 
Terkait hal ini, Badan Kehormatan DPRD Dumai, Samuel Turnip mengaku belum bisa berkomentar. Pasalnya ia belum tahu persis permasalahan yang dialami oleh Politisi PDI Perjuangan itu.
 
"Saya belum terima laporan itu. Saya juga belum tahu apa yang dilakukan rekan saya di dewan," tegas Anggota Komisi I itu kepada Tribun, Kamis (31/12/2015) sore.(*)

KOMENTAR