Banyak Pihak Sayangkan Pelayanan RSUD Bangkinang

Rabu, 13 April 2016 22:21:38 861
Banyak Pihak Sayangkan Pelayanan RSUD Bangkinang
Bangkinang, inforiau.co - Puluhan mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Tuanku Tambusai Bangkinang didampingi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar, Aprizal, SE mengunjungi keluarga duka bayi prematur yang meninggal dunia, Senin (11/4/2016) dini hari di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo.
 
Ketua BEM STKIP Tuanku Tambusai Bangkinang, Vera Lisa, menyatakan turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menimpa keluarga Abdul Aziz, warga Desa Salo Timur yang merupakan orang tua bayi prematur yang meninggal dunia tersebut. 
 
"Seharusnya kejadian ini bisa ditanggulangi, namun sistem pelayanan kesehatan di Kampar ini belum memadai. Peralatannya lengkap namun pelayanan kesehatan untuk masyarakatnya yang jauh dari memadai," katanya.
 
Vera dan mahasiswa lainnya mengaku ketika mendapat informasi dari media, mereka langsung menghubungi pihak keluarga yang baru saja berduka. Seketika itu mahasiswa juga langsung berupaya mengumpulkan uang dengan cara mendatangi kantor-kantor dan bahkan turun ke jalan. 
 
"Selain turun ke jalan kita juga masuk ke kelas-kelas di kampus. Seharusnya hari ini kita terus berupaya mengumpulkan dana, namun Allah berkehendak lain, dapat kabar tepat pukul 01.00 WIB bayi prematur ini meninggal, dan dana yang telah terkumpul kita berikan ke keluarga duka, mudah-mudahan bisa meringankan beban keluarga," harapnya.
 
Vera juga menyayangkan lambannya pemerintah daerah dalam melayani masalah kesehatan masyarakat. "Pemerintah daerah harus lebih peduli lagi kepada masyarakat berkaitan pelayanan kesehatan, kami atas nama mahasiswa STKIP sangat prihatin atas kejadian ini," tegas Vera.
 
Di tempat yang sama, Ketua PWI Kabupaten Kampar, Aprizal SE, sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa dan berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa Abdul Aziz dan istrinya. "Kegiatan mahasiswa ini hendaknya dapat menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya, dan pemerintah harus lebih giat memperhatikan persoalan kesehatan masyarakat," ungkap Aprizal.
 
Sedangkan Ketua Pemuda Dusun Merbau, Desa Salo, Yusrizal Jafri, mewakili pihak keluarga menyampaikan terimakasih kepada mahasiswa yang berkunjung kerumah duka. "Kami berterimakasih dan kami sangat bangga dapat meluangkan waktu untuk berupaya dalam musibah yang menimpa keluarga kami," pungkas Yusrizal. HEN

KOMENTAR