Bayi Usus di Luar Dirujuk ke Pekanbaru

Senin, 09 Januari 2017 08:14:22 801
 Bayi Usus di Luar Dirujuk ke Pekanbaru
Anak yang lahir dengan kondisi usus di luar.

Tembilahan, inforiau - Bayi yang lahir dengan usus berada di luar tubuh kini sudah dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, dirujuknya bayi laki-laki yang lahir dari pasangan Desi Sahrina dan Riduan dikarenakan Inhil tidak memiliki dokter bedah anak.


''Kita tidak punya dokter bedah anak, jadi bayi yang kondisi ususnya berada di luar tubuh kita rujuk ke Pekanbaru,'' ujar Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto.


Sementara itu, berdasarkan penuturan Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto yang ikut menangani kondisi bayi tersebut mengatakan operasi pelastik terhadap bayi tersebut sudah dilaksanakan pada Jumat (6/1/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.


Sebelumnya, seorang bayi laki-laki lahir dengan usus berada di luar tubuh, bayi dari warga Tembilahan Hulu itu lahir Selasa (3/1/2017).


Sebelum dirujuk ke Pekanbaru, bayi itu menjalani perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan Pasangan suami istri, Desi Sahrina dan Riduan merasa bahagia saat seorang bayi laki-laki hadir di kehidupan mereka berdua, Selasa (3/1/2017), namun kebahagiaan mereka langsung bercampur dengan kesedihan saat bidan yang membantu proses lahiran mengatakan bahwa anaknya lahir dengan kondisi usus di luar tubuh.


Warga Tembilahan Hulu itu mengaku, selama proses kehamilan, sang istri memang tidak pernah dibawa untuk di USG, sehingga mereka tidak mengetahui ada kelainan pada bayi mereka.


''Proses kelahiran dibantu oleh bidan kampung, semua berjalan normal, tapi setelah anak kami lahir, baru kami tahu kalau ususnya teburai,'' cerita Riduan.


Melihat kondisi anaknya seperti itu, mereka pun langsung membawanya ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan intensif.


Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto saat dihubungi GoRiau.com menuturkan, saat ini bayi tersebut masih di rawat intensif di ruangan khusus.


''Ususnya kita tutupi dengan kain kasa dan terus kita basahi, kita menjaga agar tidak infeksi,'' jelas Irianto.*1

KOMENTAR