Bupati Rohil Himbau Masyarakat Lindungi Penyu Hijau

Selasa, 19 Juli 2016 22:05:39 721
Bupati Rohil Himbau Masyarakat Lindungi Penyu Hijau
Bupati Rokan Hilir H Suyatno saat jadi inspektur upacara membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Rokan Hilir, inforiau.co - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 dengan melakukan upacara bendera dihalaman kantor Bupati Jalan Merdeka, Bagansiapiapi, Senin (18/7).
 
Bupati Rokan Hilir H Suyatno selaku inspektur upacara membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengajak seluruh pihak untuk melestarikan tumbuhan dan hewan langka.
 
"Indonesia adalah rumah dari keanekaragaman hayati. Indonesia merupakan rumah dari 17 persen total spesies yang ada didunia," kata Suyatno membacakan sambutan Menteri LHK.
 
Adapun rinciannya diantaranya 35-40 ribu spesies tumbuhan (11-15 persen), 707 spesies mamalia (12 persen), 350 spesies amphibi dan reptil, 1.602 spesies burung (17 persen), 2.184 spesies ikan air tawar (37 persen).
 
Sementara untuk kelautan terdapat setidaknya 2.500 spesies molusca, 2000 spesies krustasea, 6 spesies penyu laut, 30 spesies mamalia laut, dan lebih dari 2500 spesies ikan.
 
"Kekayaan hayati yang dimiliki itu hendaknya harus dilindungi," kata Menteri LHK dalam pesan tertulis yang disampaikan orang nomor satu di Rohil itu.
 
Menurut Bupati, banyak persoalan yang dihadapi Indonesia dalam keanekaragaman hayati.
 
"Sebagian besar spesies diketahui menghadapi ancaman kepunahan karena perusakan habitat dan perburuan," ujar dia.
 
Berdasarkan data organisasi internasional untuk konversasi alam tercatat di Indonesia terdapat dua spesies satwa berkategori punah, 66 spesies berkategori kritis, 167 spesies kondisi genting, 1 spesies punah, 2 spesies punah disitus, 115 spesies kritis, 72 spesies berstatus genting.
 
"Untuk di Rokan Hilir Penyu Hijau termasuk hewan langka dan dilindungi. Jadi jangan ada lagi perburuan, termasuk telur-telur penyu," katanya.
 
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyinggung karena peringatan ini hanya menggelar apel saja dan tidak ditambah dengan acara penanaman pohon dan lainnya.
 
"Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini seharusnya dibuat acara penghijauan menanam pohon di kawasan yang sudah tandus terbakar. Ini masukan kedepan agar bisa menjadi perbaikan sehingga tidak terkesan seremonial belaka," katanya. ARC

KOMENTAR