Dianggap Membuang Waktu, Catur Dilarang di Saudi

Selasa, 26 Januari 2016 20:50:37 745
Dianggap Membuang Waktu, Catur Dilarang di Saudi
Inforiau.co - Catur sedianya olahraga yang mudah dilakukan di berbagai tempat, namun menguras pikiran karena membutuhkan pemikiran lebih. Akan tetapi, kemudahan bermain catur itu mendapat pertentangan di Arab Saudi.
 
Menurut laporan Metro, Minggu (24/1/2015), Mufti Tertinggi Arab Saudi Sheikh Abdelaziz al Sheikh melarang permainan catur karena dalam agama Islam hal itu dianggap membuang-buang waktu dan menimbulkan perselisihan dari rivalitas yang terjadi.
 
Pro dan kontra pun bermunculan mengenai larangan tersebut. Dari segi yang mendukung pernyataan itu, seperti halnya cendekiawan Islam membenarkan bahwa catur membuang-buang waktu.
 
Catur menimbulkan kecenderungan kecanduan dan membuat orang melupakan ibadahnya serta tendensi untuk mengingat Tuhan. Bahkan, catur bisa menjadi awal perjudian orang-orang yang bertaruh untuk pemain yang terlibat, hal yang juga dilarang di Islam.
 
Akan tetapi, orang yang kontra terhadap larangan catur di Arab Saudi itu juga bermunculan di Twitter, dan berikut rangkuman yang dimuat Metro:
 
@BenjaminNorton Ini tidak masuk akal. Catur pertama kali dikenalkan di Eropa oleh Muslim (“adjerez”, ucapan Spanyol yang datang dari Persia).
 
@KababPapi Di Arab Saudi catur haram. Tapi perbudakan migran, kebencian, rasisme, dan pemenggalan boleh terjadi.
 
@MsJulieLenarz Terlepas dari larangan catur. Peraturan Arab Saudi dapat melakukan pemenggalan, penyaliban, pelemparan batu, gender apartheid. Untuk sekali mereka bisa berkontribusi untuk kemanusiaan.
 
@KarlreMarks Saya mendengar kabar Arab Saudi melarang catur. Saya pikir mereka tak menghargai pertandingan yang bermaksud menjatuhkan raja.
 
@Trendulkar Arab Saudi melarang catur? Kenapa? Karena ada peraturan di mana perempuan (ratu) yang memiliki kebebasan untuk bergerak lebih banyak ketimbang pria (raja).OKZ

KOMENTAR