Diskusi Bersama Pakar di Perayaan Hari Puisi

Kamis, 09 Agustus 2018 17:25:55
Diskusi Bersama Pakar di Perayaan Hari Puisi
Jalannya diskusi

Pekanbaru, Inforiau.co - Salah satu rangkaian perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) Di Riau 3-5 Agustus oleh Komunitas Seni Rumah Sunting (KSRS) adalah diskusi puisi yang dilaksanakan Gedung Perpustakaan Soeman HS, Jumat (3/8/2018) petang, tepatnya di ruang Wan Ghalib, penuh sesak.

Ratusan pelajar dari berbagai sekolah hadir. Di antaranya SMAN 5 Pekanbaru, SMAN 1 Pekanbaru, SMAN 2 Bangko Pusako Rohil, SMK Cendana, SMPN 8 Pekanbaru, ICS Pekanbaru, SMPN 32 Pekanbaru, SMPN 30 Pekanbaru, SMA Cendana Pekanbaru, Islamic Centre Siak, SMAN 12 Pekanbaru, SMAN 1 Pelalawan dan beberapa lainnya.

Komunitas-komunitas sastra juga hadir, seperti Competer, Suku Teater Riau, Forum Anak Pekanbaru , Lenggok Media Rohil, Papala Padang Sawah Kampar Kiri, Panggung Tok Tan Pekanbaru, mahasiswa UIN Susqa, Uir, Unilak, Putih Punguk Rohil dan masih banyak lainnya, termasuk masyarakat umum. Belum lagi peserta HPI yang datang dari luar Pekanbaru seperi Sumut, Sumbar, Aceh, Jambi, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, Bali, Banyuwangi, Sumenep, Cianjur, Bogor, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam yang jumlahnya mencapai 134 orang.

Alhamdulillah didukung penuh oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sehingga diskusi berjalan baik,’’ kata Kunni.Penyair-penyair Riau juga hadir. Di antaranya imam Panggung Tok Tan Aris Abeba, Husnu Abadi, Fkahrunnas MA Jabbar, Zamhir Arifin, TM Sum, Herman Rante, Mosthamir Thalib,Tin Marni, DM Ningsih, Cahaya Buah Hati, Hang Kafrawi, Rian Kurniawan Harahap, Muhammad De Putra, Eko Raghiel, Asqalani Eneste dan masih banyak lainnya. Sedangkan penyair-penyair dari luar Riau yang hadir di HPI tahun ini antara lain Syarifudin Arifin, Hermawan, Arbi Tanjung, Iyut Fitra (Sumbar), Ubaidillah Al Anshari, Julaiha S, Ayu Harahap, Budi Hatees (Medan), Ketua PDS HB Jassin Jakarta Ariany Isnamurty, Sinta Miranda, Ade Novi (Jakarta), Imam Rosyadi, Ihsan Subhan, Abdurrahkan Ujang Saepuddin, Nenang, Mena Dewi Lestari (Jabar), I Made Ridalaksana (Bali), Risqie Atmajanegara (Kalsel) dan beberapa lainnya.

Diskusi tersebut menghadirkan pembicara dari Riau, Jakarta dan Juga negara tetangga. Mereka adalah, Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri (Jakarta), Dr Free Hearty alias Bundo Free (Jakarta), Prof. Dr Phaosan Jehwae (Thailand) dan Taufik Ikram Jamil (Riau). Sedangkan Jefry Al Malay (Riau), berperan sebagai moderator.

Masing-masing pembicara ini mendedahkan bagaimana puisi bisa berperan sebagai sesuatu yang mampu merawat tradisi, sesuai dengan tema yang ditentukan panitia; Puisi Jalan Merawat Tradisi.

Tanya jawab pun dibuka untuk seluruh peserta.‘’Tradisi dan puisi saling merangkul dan saling merawat. Dalam aktivitas ritual/tradisional puisi berupa pantun, syair dan sebagainya sering diucapkan. Dan penyair tidak menulis di atas kertas kosong. Ia menulis di atas kertas yang sudah tertuliskan sebelumnya dengan nilai-nilai tradisional, mitos dan lain-lain. Selalu terbayang nilai-nilai tradisi di dalam/di bawah baris-baris sajaknya. Di dalam sajak atau di kedalaman puisi tersimpan nilai-nilai yang dikandung tradisi. Jika nilai tradisi sudah dianggap lapuk dalam perkembangan zaman, maka penyair lewat bakatnya diharapkan merawat dan dan menyegarkan nilai-nilai tradisional masyarakatnya. Penyair/puisi adalah ‘kulkas kreatif’ yang menyimpan (preserve) dan menyajikan makanan jiwa agar tetap segar untuk dihidangkan setiap saat,’’ beber Sutardji. Ir/Kim

KOMENTAR