Empat Desa di Kampar Kiri Terancam Kelaparan

Rabu, 13 Januari 2016 23:03:51 1196
Empat Desa di Kampar Kiri Terancam Kelaparan
Warga Kampar Kiri yang terancam kelaparan, dan terlihat helikopter langsung menuju tempat terisolir
Kampar Kiri,inforiau.co - Seperti dilupakan, sampai saat ini Selasa (12/1) nasib masyarakat di empat desa Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau ini sangat memprihatinkan. Hingga kini masyarakat yang berada di 4 desa terancam kelaparan. 
 
Sejak dilanda banjir dan longsor pada 29 November 2015 lalu, hingga kini masyarakat belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
 
Padahal, masyarakat disana sudah cukup menderita menghadapi bencana alam. Namun hingga kini akses jalan di empat desa itu, yakni Lubuk Bigau, Kebun Tinggi, Tanjung Permai dan Pangkalan Kapas belum tersentuh pemerintah. Kondisinya pun semakin parah dengan membuat perekonomian di sana lumpuh total, karena jalan tak lagi bisa dilalui.
 
Lambatnya penanganan pemerintah atas kondisi itu, masyarakat empat desa disana mulai bergerak sendiri, mereka membentuk sebuah perkumpulan solidaritas atas bencana alam yang melanda desa mereka. Perkumpulan itu diberi nama Persatuan Anak Negeri Pangkalan Kapas (Pangkas).
 
Melalui Pangkas, pemuda di sana mulai bergerak menggalang dana untuk membantu masyarakat melalui media sosial. Hati mereka tergerak karena masyarakat mulai kekurangan pangan. Meski kebutuhan pangan ada dijual namun harganya tak sesuai dengan kantong masyarakat.
 
"Harga karet tinggal Rp3.000 per kilogram, sementara harga beras Rp30.000. Tentu kondisi ini sangat memberatkan masyarakat. Bahkan, masyarakat yang sakit terpaksa berdiam di rumah karena tidak ada biaya berobat. Adapun biaya, namun akses untuk berobat tidak ada, sebab di sini rumah sakit, yang ada hanya Puskesmas Pembantu (Pustu),"  terang Ketua Pangkas Kampar Kiri Hulu, Arika Harmon.
 
Arika yang juga Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lubuk Bigau ini menceritakan, sejak dilanda bencana banjir dan longsor beberapa bulan lalu, harga kebutuhan melambung tinggi, karena akses jalan menuju empat desa itu terputus.
 
"Kami dari anak negeri Pangkas sangat berharap pemerintah serius menangani desa kami. Secepatnya pemerintah memperbaiki akses jalan di sini, karena jalan merupakan jantung perekonomian kami. Jika jalan tak bisa dilalui bagaimana masyarakat menjual hasil pertanian," ungkapnya penuh harapan.
 
Atas kondisi itu, lanjut Arika, banyak masyarakat khususnya orang tua yang jatuh sakit tak bisa berobat. Ini disebabkan karena akses tak bisa dilalui, juga biaya untuk berobat tidak ada.
 
"Kami tinggal di daerah terisolir. Jangankan jaringan telekomunikasi, listrik saja kami tidak menikmati. Kami hanya berharap akses jalan segera diperbaiki oleh pemerintah, agar perekonomian masyarakat stabil kembali," harapnya.
 
Untuk itu, Arika berharap kepada masyarakat yang bergerak hatinya agar dapat membantu dan menyumbangkan sedikit rezekinya melalui webside https://kitabisa.com/kasmawati.
 
Diketahui, untuk menuju empat desa itu bisa melalui dua akses, dari Lipat Kain (Kampar) dan Payah Kumbuh (Sumbar). Dimana, kedua akses itu saat ini tidak bisa dilalui sama sekali oleh kendaraan roda empat akibat banjir dan longsor.
 
Saat ini masyarakat hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua melalui akses Payah Kumbuh, itu pun harus dibantu dengan dorong. Sedangkan akses jalan dari Lipat Kain sama sekali tidak bisa dilalui, karena jalan masih tertutup longsor dan pepohonan tumbang. HEN

KOMENTAR