FKUB Pekanbaru Adakan Penguatan Kerukunan Umat Beragama di Kelurahan Tampan

Jumat, 23 Desember 2016 09:50:40 711
FKUB Pekanbaru Adakan Penguatan Kerukunan Umat Beragama di Kelurahan Tampan
FKUB Pekanbaru bersama Kamenag saat mengadakana sosialisasi penguatan kerukunan umat beragama di Kelurahan Tampan, Payung Sekaki

Payung Sekaki, inforiau - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekanbaru kembali mengadakan kegiatan sosialisasi dalam rangka penguatan kerukunan umat beragama di Aula Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kamis (22/12).

Kegiatan yang mengangkat tema 'Upaya memperkokoh toleransi antar umat beragama menuju masyarakat yang madani dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)' juga dihadiri oleh, Kamenag Kota Pekanbaru, Camat Payung Sekaki, Zarman Candra SSTP MSi, Lurah Tampan, Edwar SH, Lurah Labuh Baru Barat, H Lukman Hakim SP.

Ketua FKUB Kota Pekanbaru, H Ismardi Ilyas MA juga menyampaikan bahwa, Negara Indonesia merupakan negara yang kaya, bukan hanya hasil buminya saja, akan tetapi kekayaan tersebut juga berasal dari etnis, budaya, agama yang sebenarnya justru menjadi potensi.

"Suku di Pekanbaru ini hadir beraneka ragam suku, agama kalau kita saling kompak untuk hal-hal yang positif pasti menjadi kekuatan yang sesungguhnya, misalnya membasmi yang namanya kotoran, pasti Pekanbaru bersih," terangnya.

Pada kesempatan ini pula Ismardi Ilyas juga menyebutkan bahwa dalam menjalani kehidupan sosial tidak bisa dipungkiri akan ada gesekan-gesekan yang akan dapat terjadi antar kelompok masyarakat, baik yang berkaitan dengan agama atau ras.

"Dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan dalam masyarakat maka diperlukan sikap saling menghargai dan menghormati, sehingga tidak terjadi gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan pertikaian," ujarnya.

Dilain kesempatan, Camat Payung Sekaki, Zarman Candra SSTP MSi juga mengimbau agar perbedaan agama jangan sampai menjadi potensi negatif yang berakibatkan pada kecenderungan untuk menimbulkan konflik yang dibalut dengan berbagai kepentingan di masing-masing pihak.

"Begitu juga kita harapkan, agar tiap individu sesama penganut agama yang sama, agar tidak saling mengklaim kebenaran dan keyakinan, menghindari permusuhan karena perbedaan. Intinya, semua bertujuan untuk menciptakan kehidupan beragama yang tenteram, rukun, dan penuh kebersamaan, bisa diwujudkan dengan dialog-dialog maupun melaksanakan kegian bakti sosial bersama lintas agama," tukasnya. iin
 

KOMENTAR