Ganis PHPL Harus Tingkatkan Daya Saing dan Professional

Jumat, 07 Oktober 2016 16:29:54 1024
Ganis PHPL Harus Tingkatkan Daya Saing dan Professional

Pangkalan Kerinci, inforiau – Tenaga Teknis Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (Ganis PHPL) saat ini haruslah meningkatkan profesionalitas dalam bekerja agar para Ganis PHPL dapat meningkatkan daya saing di bidang kehutanan. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Direktorat Jendral PHPL, Sakti Hadengganan pada kegiatan Pembinaan para Ganis PHPL yang diikui oleh puluhan Ganis  PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan mitra yang diberi pengarahan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya di Hotel Unigraha, Pangkalan Kerinci, Jumat (7/10).

Dalam pemaparannya, Sakti menjelaskan sejak 1 Januari 2016, fungsi Ganis PHPL bukanlah seperti sebelumnya, dimana mulai sekarang berubah total menjadi pegawai separuh pemerintah dan separuh pegawai perusahaan.

“Peran Ganis sangat strategis dan harus dibina secara professional dan mendaparkan pendapatan secara professional. Selain itu, mereka harus dilindungi keprofesionalannya,” jelas Sakti.

Ia berharap kepada peserta agar menjadi Ganis yang professional karena mereka adalah pertugas perusahaan pemegang izin di bidang pengelolaan dan pemanfaatan hutan produksi lestari yang memiliki kompetisi di bidang pengelolaan hutan produksi lestari.

 

 

Kepala Balai Pemantauan Pemanfaatan Hasil Produksi (BPHP) Wilayah III, Ir Rudi Eko Marwanto mengatakan dalam kegiatan ini para ganis mendapatkan pencerahan bagaimana cara pengelolaan dan fungsi kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) perusahaan.

Sementara itu, Direktur RAPP, Rudi Fajar menyatakan kegiatan ini juga harus mengubah mindset menjadi lebih kompetitif sehingga para Ganis PHPL dapat mengefisiensikan waktu, yang akan berdampak pada efektifitas perusahaan untuk berinvestasi ke tempat lain.

“Kami mengharapkan para Ganis PHPL disiplin dan bekerja lebih giat agar hasil yang diperoleh lebih maksimal karena perusahaan kita bukan hanya mencari keuntungan sendiri tapi juga untuk masyarakat (Community), negara (Country), iklim (Climate) dan perusahaan (Company),” tutup Rudi.(*)

 

KOMENTAR