Gara-gara Heboh Stiker Gay, Aa Gym Stop Pakai Line

Kamis, 11 Februari 2016 20:46:27 879
 Gara-gara Heboh Stiker Gay, Aa Gym Stop Pakai Line
Jakarta, inforiau.co - Aksi Line yang mempublikasikan stiker bernuansakan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), ternyata memantik perhatian kalangan pemuka agama yang juga menggunakan aplikasi perpesanan tersebut. 
 
Pemuka agama itu adalah Abdullah Gymnastiar atau yang dikenal dengan Aa Gym.
 
Aa Gym, dalam akun Twitter pribadinya @aagym, terang-terangan mengatakan jika ia tidak akan lagi menggunakan aplikasi Line dalam aktivitas komunikasinya. Ia pun mengajak para follower-nya meninggalkan aplikasi perpesanan yang dianggapnya mendukung komunitas LGBT.
 
"Saya stop menggunakan LINE karena terang terangan mempromosikan LGBT ... Ayoo pakai sosmed yang sehat saja," tulisnya.
 
Cuitannya itu pun, ditanggapi beragam oleh follower nya. Misalnya saja akun @murthadaOne yang mendukung kicauan Aa Gym.
 
"@aagym Tepat sekali ustad ... sosmed yang sehat masih byk," tulis akun tersebut.
 
Sementara itu, Head of Public Relation Line Indonesia, Teddy Arifianto, membantah jika stiker yang mengandung konten LGBT itu dikaitkan dengan dukungan Line terhadap komunitas tersebut.
 
Jadi, tolong dilihatnya jangan hanya semata-mata kontroversinya. Dan stiker itu tidak bertujuan suggestive gaya hidup, yang ada hanya persepsi seolah itu menganjurkan, dan kami seolah mendukung. Kami netral bahwa kelompok itu ada, itu fakta adanya. Konteksnya kita bicara nilai-nilai universal manusia pada umumnya. Karena prinsipnya adalah non diskriminasi dan kesetaraan. Itu policy sebagai perusahaan global. Tapi kami akui di Indonesia hal-hal itu menjadi sensitive, terangnya.
 
Namun, stiker yang bernuansakan LGBT itu, sejauh ini sudah ditarik oleh pihak Line.
 
"Line menyayangkan kejadian beberapa stiker yang dianggap sensitif oleh banyak orang telah menyebabkan timbul rasa kurang nyaman dari para pengguna dan pemerhati. Kami minta pengertiannya karena saat ini kami sedang bekerja menyelesaikan permasalahan ini terutama dalam proses menghapus stiker-stiker tersebut," ujar Teddy, Rabu (10/2).
 
Menurut Teddy, pihaknya berpegang pada acuan global untuk melakukan penyaringan atau filter terhadap konten-konten yang sensitif dari perspektif budaya lokal.
 
"Line menghargai seluruh masukan dari para pengguna dan pihak-pihak lain terkait produk dan fitur kami dan kami menyadari betapa sensitifnya hal ini dan akan berupaya keras agar hal seperti ini tidak terulang kembali. Kami tetap menantikan dukungan berkelanjutan dari semua pihak," jelasnya.
 
"Jadi bukan soal lolos/tidak atau kecolongan apa tidak. Konteksnya kita bicara nilai-nilai universal manusia pada umumnya," imbuhnya. Mdk/Ir

KOMENTAR