ISIS Akui Bertanggung Jawab

Jumat, 15 Januari 2016 21:41:43 936
 ISIS Akui Bertanggung Jawab
Jakarta, inforiau.co - Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan bertanggung jawab atas serangan teror di kompleks Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1).
 
Pernyataan itu disampaikan media propaganda ISIS, Aamaq, melalui saluran Telegram-nya, seperti dikutip Reuters.
 
"Pejuang ISIS menjalankan serangan bersenjata pagi ini menyasar warga asing dan pasukan keamanan yang melindungi mereka di ibu kota Indonesia," tulis Aamaq.
 
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Irjen Tito Karnavian juga menyatakan bahwa serangan yang menewaskan tujuh orang—lima di antaranya pelaku—dilakukan oleh ISIS di Indonesia.
 
Serangan tersebut, kata Tito, sebagai pembuktian sel ISIS pimpinan Bahrun Na'im untuk menunjukkan pengaruhnya sehingga bisa memimpin ISIS di Asia Tenggara dan Asia Tengah. [Baca juga: Kapolda: Pelaku Teror di Sarinah Terkait ISIS]
 
Adapun di Indonesia, Bahrun hendak mendirikan sel ISIS bernama Khatibah Nusantara.
 
Kapolda: Pelaku Terkait ISIS
Sementara itu Kepala Polda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian mengatakan, para pelaku teror di sekitar Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1), berkaitan dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
 
"Jaringan pelaku berkaitan dengan ISIS," kata Kapolda saat jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis sore.
 
Kapolda menjelaskan, ISIS telah mengubah strategi. Jika dulu hanya beraksi di Irak dan Suriah, pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi kemudian memerintahkan pengikutnya beroperasi di luar.
 
Kemudian, kata Tito, dibentuk cabang ISIS di seluruh dunia. Khusus di Asia Tenggara, jaringan ISIS berada di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand.
 
Mantan Kepala Densus 88 Anti Teror itu mengatakan, tokoh yang terkait dengan ISIS di Indonesia seperti Muhammad Bahrun Naim.
 
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sebelumnya mengatakan, kelompok teror yang beraksi di sekitar Gedung Sarinah sengaja melakukan aksinya pada saat aparat keamanan lengah.
 
Padahal, informasi soal adanya aksi teror ini sudah didapat aparat sejak 2-3 bulan lalu. Titik kerawanan ada di sekitar Hotel Indonesia dan Senayan.
 
Dia menjelaskan, kawasan HI dan Senayan sudah sejak lama menjadi target teror. Sejak itu, pengamanan dilakukan.
 
Selain Jakarta, pulau Bali menjadi target berikutnya. Karena itu, pengamanan diperketat di dua wilayah itu.
 
RI Tidak Bisa Diancam ISIS!
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengapresiasi kinerja Polri-TNI yang cepat menangani teror ledakan dan penembakan di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Menurutnya, itu bukti bahwa Indonesia tidak bisa diancam ISIS.
 
"Saya mengapresiasi kepada pihak kepolisian mampu mengatasi bersama Pangdam Jaya dan jajarannya," kata Gatot dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2015) sore. 
 
"Saya mengingatkan bahwa kita bisa mengatasi dalam sesingkatnya hanya 4 jam maksimal dan normal kembali," sambung jenderal bintang empat ini.
 
Dalam peristiwa ini ada 7 orang yang meninggal. Rinciannya 5 orang merupakan pelaku teror dan dua lainnya adalah seorang warga Kanada dan seorang WNI.
 
"Saya harap kita semua sepakat bahwa NKRI tidak bisa diancam ISIS, ini sebuah pesan," imbuhnya. 
 
Gatot mengajak pemerintah, aparat dan masyarakat bersatu memulihkan keadaan. "Jangan membuat resah negara lain," tegasnya. Kom/Dtc/Ir3

KOMENTAR