Isthu Swandana Pimpin PSSI Kampar

Sabtu, 30 Desember 2017 00:12:41 759
Isthu Swandana Pimpin PSSI Kampar

BANGKINANG, Inforiau.co - Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kampar kini memiliki nakhoda baru. Isthu Swandana terpilih secara aklamasi dalam musyawarah cabang (Muscab) PSSI Kabupaten Kampar yang digelar sejak Kamis (28/12/2017) malam hingga Jum'at (29/12/2017) dinihari. Isthu akan memimpin Askab PSSI Kampar hingga tahun 2021 mendatang.

Sebelum dinyatakan terpilih secara aklamasi, ada tiga nama yang mendapatkan suara pada pemilihan tahap pertama. Tiga nama ini masing-masing Isthu Swandana memperoleh 10 dari 16 suara yang diperebutkan, Yulnedi Tanjung 4 suara dan Muallimin 2 suara. Sesuai tata tertib pemilihan, bakal calon yang memperoleh tiga suara pada tahap pertama langsung ditetapkan sebagai calon dan maju ke tahap kedua.

Namun, dalam penyampaian visi misi, Yulnedi Tanjung justru menyatakan mengundurkan diri dan siap mendukung Isthu sebagai nakhoda baru PSSI Kampar.

Sidang pemilihan Ketua Askab PSSI Kampar ini dipimpin langsung oleh caretaker PSSI Kampar Misbah Ibrahim didampingi Akhir Yani dari sekretaris panitia Muscab dan Nazaruddin dari unsur peserta Muscab.

Turut hadir pada Muscab ini Ketua KONI Kabupaten Kampar H Abdul Gafar diwakili oleh Wakil Ketua IV Nur Adlin, belasan pengurus klub anggota PSSI Kampar dan sejumlah peninjau.

Selain pemilihan ketua Askab PSSI Kampar, Muscab ini juga mengesahkan statuta PSSI Kabupaten Kampar.

Dalam pengarahannya Misbah mengatakan, siapapun terpilih sebagai ketua Askab PSSI Kampar memiliki tugas merangkul kelompok tua yang berjasa untuk sepakbola Kampar dan merangkul klub untuk kontinuitas kegiatan PSSI Kampar.

Terkait pengesahan statuta, Misbah menjelaskan, kalau statuta sudah disetujui maka Pengkab PSSI Kampar sudah resmi berubah menjadi Asosiasi Sepakbola Kabupaten Kampar.

Sesuai statuta, kongres pemilihan ketua diadakan sekali empat tahun.

Sementara itu, Ketua Terpilih Askab PSSI Kampar Isthu Swandana menegaskan bahwa ia siap melakukan perubahan untuk sepakbola Kampar diantaranya menggelar kompetisi antar klub, kompetisi antar kelompok usia dini, meningkatkan kualitas dan sertifikasi pelatih maupun wasit. Dia siap mengayomi klub-klub anggota PSSI Kampar.

Di samping itu, secara organisasi ia siap menertibkan administrasi di Askab maupun klub anggota dan menyelesaikan akte notaris klub sebagaimana yang banyak aspirasi disampaikan pengurus klub.

"Jangan lihat saya dari usia tapi lihatlah dari keinginan saya untuk membuat perubahan di sepakbola Kampar," ucap Isthu yang juga mantan pemain junior di Kampar.

Untuk diketahui, kepengurusan Pengurus Kabupaten (Pengkab) PSSI Kampar periode 2012-2015 dipimpin oleh Chairussyah saat dia masih menjabat Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar.  Namun ditengah jalan ia mengundurkan diri. Pasca pengunduran diri Chairussyah, tampuk kepemimpinan organisasi sepakbola di Kampar ini sempat beberapa kali pindah tangan kepada Ketua Harian Zulkifli Harun yang dalam periode kepengurusan 2012-2015 menjabat ketua harian dan kemudian Zulkifli Harun pindah ke Pekanbaru dan kepemimpinan dipegang Bendahara M Yasir. Terakhir Asprov PSSI Riau mengangkat H Sabri sebagai pelaksana tugas (Plt) begitu berakhirnya masa kepengurusan 2012-2015.

Tepat 31 Mei 2017, Asprov PSSI Riau lalu menetapkan tiga orang caretaker yakni Misbah Ibrahim dari Asprov PSSI Riau, H Sabri dan Syamsir dari Kabupaten Kampar.

Carataker ini memiliki tugas utama melaksanakan Muscab hingga batas waktu terakhir 31 Desember 2017 besok. Meski mendapat penolakan dari salah satu caretaker Syamsir namun Misbah selaku koordinator carataker tetap bersikukuh melaksanakan Muscab pada Kamis (28/12/2017) malam. Menurut Misbah, surat penunjukan caretaker ini berlaku sejak tanggal 31 Mei 2017 dan berakhir 31 Desember 2017. "Tugas utamanya sederhana, tugasnya hanya satu, melaksanakan musyawarah cabang PSSI Kampar. Hanya saja karena ada Porprov maka pelaksanaannya diujung.

Kalau tak dilaksanakan maka PSSI Kampar dianggap tidak ada," tegas Misbah.

Kepada wartawan Misbah mengaku puas karena Muscab ini dihadiri oleh ketua maupun orang yang diberi mandat oleh ketua pengurus klub untuk menghindari muscab. Selain itu juga dihadiri pengurus KONI  kampar. Pelaksanaan muscab berlangsung demokratis dan semua pengurus klub ingin PSSI kampar kampar harus berubah. ( Hen )

KOMENTAR