Izn Dicabut, PT LIH Diduga Masih Beroperasi

Senin, 18 Januari 2016 22:24:34 828
Izn Dicabut, PT LIH Diduga Masih Beroperasi
Pangkalan Kerinci, inforiau.co - Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Siti Nurbaya melalaui Sekretaris Jenderal, Bambang Hendroyono di Jakarta Selasa (22/9) tahun lalu, telah mencabut isin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam (IUPHHK-HA) PT Hutani Sola Lestari (HSL) di Provinsi Riau,  PT Langgam Inti Hibrindo (LIH) bersama dengan dua korporasi di Sumatera Selatan, PT Tempirai Palm Resources dan PT Waringin Agro Jaya.
 
dilapangan khusus PT LIH disenyalir masih melakukan aktivitas pengolahan serta penjualan tandan buah sawit (TBS) kendati mengantongi izin operasionalnya.
 
Bambang Hendroyono saat itu menyebutkan tiga perusahaan yang terkena pembekuan izin tersebut harus menghentikan kegiatan operasi usaha sampai dengan selesainya proses pidana. Beberapa kewajiban juga harus dipenuhi di antaranya pengembalian lahan eks area kebakaran kepada negara dalam waktu paling lama 60 hari kalender.
 
"Perusahaan wajib membuat laporan kepada pemerintah sebagai pertanggung jawaban yang meliputi seluruh aspek kegiatan teknis dan finansial yang telah dilaksanakan. Kemenierian LHK akan menurunkan tim pengawas untuk melakukan pengawasan terhadap perusahaan lain yang terindikasi arealnya ter-bakar," pungkas Bambang. begitu juga apa yang diungkap Menteri LHK Siti Nurbaya menyatakan jumlah perusahaan yang dibekukan maupun akan dicabut izinnya di Riau masih bisa bertambah. Karena saat ini Tim Saigas masih melakukan verifikasi lapangan serta menunggu data citra satelit., "lya masih bisa bertambah. Kami masih collect data dari analisis citra satelit, Ditunggu citra satelit nanti hasil-nya akan keluar lagi tanggal 25 (September). Selain itu juga temuan lapangan langsung dan dari data Polri serta aduan dari masyarakat," kata Siti
 
Terkait pembekuaan izin serta aktivitas PT LIH dilapangan menurut penuturan warga, Perusahaan LIH diduga kuat masih saja menjalankan operasionalnya.
 
"ya, dilapangan diarel/kawasan perkebunanan  PT LIH aktivitas masih saja jalan, mobil truk bermuatan kelapa sawit terlihat keluar masuk di areal perusahaan LIH, hal ini sangat kita sesalkan. Seharusnya dengan di cabut dan dibekukan izin operasionalnya PT LIH tersebut, maka segala bentuk operasional harus diberhentikan. PT LIH harus menaati hukum yang ada di negara ini,"jelas Aan Warga Kedesaan Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras, Ahad (17/1) di Pangkalan Kerinci.
 
Untuk itu lanjutnya, dugaan masih berjalannya operesional perusahaan tersebut di diyakini lagi adanya peturuan sejumlah buruh panen sawit.
 
"ya, kami masih bekerja memanen TBS di perkebunan PT LIH, ini sesuai perintah pihak perusahaan,"Tambah Aan menceritakan apa yang disampaikan para buruh panen tersebut.
 
untuk itu tambah Aan, Ia berharap aparat hukum dapat melakukan infestigasi dilapangan, disamping itu kepada masyarakat, para Mahasiswa agar dapat mengawal penegakan hukum terhadap perusahaan yang menyebabkan masalah Karhutla ini.
 
"kita jangan mengandalkan aparat hukum saja, mari kita kawal penengakkan hukum di negeri kita, para Mahasiswa diharapkan menjadi garda terdepan megawal kansus ini sampai tuntas. Jangan biarkan kasus ini hilang ditelah bumi tampah jelas penegakan hukumnya. kita berharap dari penengakkan hukum ini akan memeberikan efek jerah kepada pelaku Karhutla,"tutupnya. APR

KOMENTAR