Kasus DBD Kembali Meningkat

Senin, 15 Agustus 2016 14:31:39 641
Kasus DBD Kembali Meningkat
drg Helda S Murni/Islami

Sukajadi, inforiau - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Pekanbaru menunjukkan tren peningkatan sejak 2014. DBD kembali mengancam warga Kota Bertuah. Apalagi hingga Juli, sudah delapan warga kota meninggal dunia akibat DBD.

Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Pekanbaru, pada 2014 ada 209 kasus DBD dan 5 orang meninggal. Pada 2015, jumlahnya meningkat mencapai 516 kasus dengan 5 orang meninggal. Angkanya terus meningkat tajam pada 2016. Baru pertengahan tahun saja, kasus DBD sudah berada di angka 726 kasus. Korban meninggal juga bertambah, yaitu 8 orang.

Menyikapi tingginya kasus DBD ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mengajak masyarakat Kota Pekanbaru menerapkan perilaku hidup bersih. Cara tersebut dinilai akan mampu menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Diskes Kota Pekanbaru, drg Helda S Munir mengajak masyarakat mengajak masyarakat Pekanbaru melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat. Salah satunya dengan melakukan 3 M yakni menguras, menutup dan mengubur.

Karena dengan melakukan hal itu sama saja sudah mengantisipasi munculnya perkembangan jentik nyamuk penyebab DBD. "Yang paling penting melakukan 3 M plus dengan berprilaku hidup bersih dan sehat. Ini lebih ketimbang melakukan fogging," ungkap Helda, kemarin.

Lanjut Helda, Diskes Pekanbaru memiliki solusi untuk mengantisipasinya caranya dengan melaksanakan fogging. Tetapi sekali lagi ia menegaskan bahwa fogging tidak menyelesaikan masalah DBD.

"Kalau fogging dilaksanakan apabila ditemukan jentik nyamuk di lingkungan terjadinya kasus. Fogging bukan solusi untuk penanggulangan DBD, hanya untuk memutuskan mata rantai nyamuk dewasa. Cara yang efektif adalah 3 M itu," tuturnya. IIN

KOMENTAR