Ketua IJK: Warganet Harus Cerdas Dan Selektif Dalam Bermedsos.

Selasa, 31 Maret 2020 07:37:39
Ketua IJK: Warganet Harus Cerdas Dan Selektif Dalam Bermedsos.

Kampar - Ketua Ikatan Jurnalis Kampar (IJK) Hendri Kampay mengingatkan kepada pengguna Media Sosial (Medsos) untuk selektif membaca dan menyebarkan informasi yang benar terkait Virus Corona (Covid-19).

“Masyarakat agar selalu melakukan verifikasi atau cek fakta sebelum menyebarkan sebuah informasi, serta menerapkan nilai-nilai responsibility (tanggung jawab), empathy (empati), authenticity (otentik), discernment (kearifan), dan integrity (integritas) dalam ber media sosial,” ujarnya

Hendri Kampay mengajak masyarakat untuk membanjiri media sosial dengan konten-konten positif yang bisa membantu masyarakat dan pemerintah melakukan upaya pencegahan berkembangnya virus corona.


“Perlu diperhatikan, informasi yang disebar berasal dari sumber resmi, misalnya gugus tugas penanggulangan wabah, Dinas Komunikasi dan Informatika, instansi pemerintah, intitusi pemerintah, dan portal berita,” tuturnya.

Dikatakannya, sebaiknya informasi yang berkembang dan dibagikan di media sosial bisa memberikan update informasi terkini yang akurat sesuai fakta, edukatif dan menebarkan optimisme bagi masyarakat.

Bagi warganet, dalam menyebarluaskan informasi yang beredar di media sosial sangat penting, karena bila ternyata informasinya tidak sesuai dengan data dan fakta yang dikeluarkan institusi terkait akan menimbulkan keresahan.

Banyak hal positif yang bisa disebarkan warganet di media sosial, misalnya langkah apa saja yang harus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus, informasi ini bisa didapatkan di website resmi milik pemerintah, namun jangan menambahkan opini yang bisa menimbukan penafsiran lain.

Misalnya, saat mengunggah postingan informasi dari website resmi pemerintah sebaiknya dicantumkan sumber informasinya, sehingga pembaca bisa mengakses informasi dari sumber utamanya.

“Mari kita cerdas memanfaatkan media sosial. Sebarkan informasi yang bermanfaat dan faktual. Jangan ikut menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya,” kata Hendri. Jei

KOMENTAR