Korupsi PLTU Riau Seret Politisi Golkar, Eni Saragih: Kalau Partai yang Memerintahkan, ya untuk Kepentingan Partai

Kamis, 04 Oktober 2018 23:54:32
Korupsi PLTU Riau Seret Politisi Golkar, Eni Saragih: Kalau Partai yang Memerintahkan, ya untuk Kepentingan Partai
Eni Saragih

Jakarta, Inforiau.co - Tersangka korupsi proyek PLTU Riau-1, Eni Saragih yakin akan ada elite Golkar yang bakal mengembalikan uang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut diungkapkan setelah dirinya diperiksa penyidik KPK di Gedung KPK, Jakarta pada Kamis (4/10) .

"Saya sudah sampaikan ke penyidik. Dan mungkin nanti ada lagi pengembalian, ada beberapa orang yang memang dan sudah disampaikan ke penyidik juga," kata Eni.

Lebih lanjut, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR itu menjelaskan bahwa tidak menutup kemungkinan uang korupsi yang mengalir ke elite Golkar tersebut digunakan untuk keperluan partai.

"Kalau partai yang memerintahkan, ya untuk kepentingan partai," jelasnya.

Sebelumnya, KPK menyampaikan ada pengembalian uang sebesar Rp 700 juta dari pengurus Golkar yang diduga hasil dari korupsi PLTU Riau-1.

Namun demikian, sampai saat ini KPK belum mau menyampaikan identitas pengurus Golkar tersebut.

Dugaan adanya aliran dana korupsi ke Golkar ini muncul dalam perkembangan kasus PLTU Riau-1 yang turut menyeret dua kadernya. Mereka yaitu Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Keduanya disangkakan KPK menerima duit suap dari seorang pengusaha pemilik saham Blackgold Natural Resource Johannes B Kotjo. Blackgold merupakan salah satu konsorsium pelaksana proyek PLTU Riau-1.

Perkara Kotjo sendiri sudah dilimpahkan KPK ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Sedangkan untuk Eni dan Idrus masih dalam proses pemeriksaan lanjutan di KPK. Rmo

KOMENTAR