Masyarakat Tandun Ancam Pindah ke Kampar

Minggu, 10 Januari 2016 22:57:21 1486
Masyarakat Tandun Ancam Pindah ke Kampar
Kondisi jalan rusak dari Simpang Pir Kecamatan Tandun menuju Kecamatan Pendalian IV Koto Rohul
Rokan Hulu, inforiau.co - Akibat akses jalan mulai dari Simpang Pir, Kecamatan Tandun menuju Kecamatan Pendalian IV Koto rusak parah, mengakibatkan ratusan Truck pengangkut Tandan Buah Sawit (TBS) masyarakat yang akan dibawa ke pabrik rela mengantri hingga puluhan kilometer. 
 
Dari pantauan di lapangan, selain mengantri truck pengangkut buah sawit masyarakat tersebut ada juga yang terjebak di kubangan lumpur di jalan yang rusak parah tersebut, dan terpaksa ditarik dengan menggunakan alat berat. Akses jalan yang paling parah berada di Desa Dayo Kecamatan Tandun. 
 
Ketua Pemuda Desa Dayo, Anto, mengatakan sudah beberapa bulan terakhir ini akses jalan yang juga dilalui angkutan perusahaan seperti PT SPE, MCM dan Perkebunan PTPN V Sei. Asam rusak parah dan nyaris tak dapat dilalui kendaraan. Ia sangat menyayangkan sikap Pemkab Rohul yang terkesan diam dengan kerusakan jalan tersebut, yang menyebabkan roda perekonomian masyarakat setempat yang mayoritas sebagai petani perkebunan terganggu.
 
"Akibat jalan yang nyaris tak dapat dilalui, membuat masyarakat juga kesulitan untuk mengantarkan hasil perkebunnya ke PKS,” kata Anto, Kamis (7/1). 
 
Sementara itu, salah seorang masyarakat Desa Dayo, Paruhum Nasution mengatakan, akibat jalan yang rusak parah, sebagian masyarakat di desanya mengancam untuk pindah ke Kabupaten Kampar. Hal ini, karena sudah lama jalan tersebut rusak, tetapi belum ada tanggapan dari pemerintah daerah untuk memperbaikinya, maupun mencarikan solusi agar perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar.
 
"Kami atas nama masyarakat meminta agar Bupati Rohul memperhatikan akses jalan yang rusak ini, bila hal ini berlarut, masyarakat Desa Dayo mengancam akan pindah ke Kabupaten Kampar,” tegasnya. 
 
Pada kesempatan yang berbeda, Humas PT MCM, Syahrial Siregar, mengatakan telah melakukan perbaikan di badan jalan yang rusak, serta telah memberikan bantuan berupa pinjam pakai satu unit alat berat untuk menarik angkutan yang terjebak di jalan yang rusak.
 
"Kami juga sangat mendukung kegiatan masyarakat yang sangat gigih melaksanakan gotong-royong dalam memperbaiki akses jalan yang rusak,” pungkasnya. Acce

KOMENTAR