Mengenang H Tenas Effendy Lewat Karyanya

Rabu, 03 Februari 2016 23:15:23 1317
Mengenang H Tenas Effendy Lewat Karyanya
Pekanbaru, inforiau.co - Pada 28 Februari 2015 lalu, Budayawan Riau H Tenas Effendy wafat di Pekanbaru. Karya budaya beliau yang dihasilkan bersama ingatan tentang kehidupan pribadinya sehari-hari, menjadi warisan yang amat bermakna bagi masyarakat, kebudayaan dan peradaban di alam Melayu.
 
Sempena satu tahun wafatnya H Tenas Effendy, sejumlah lembaga diundang untuk bekerjasama menyelenggarakan program bertajuk "Mengenang H Tenas Effendy", diisi dengan senarai kegiatan yang mengacu pada tujuan pendalaman dan penyebarluasan makna warisan H Tenas Effendy.
 
Informasi ini disampaikan Ketua Umum Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Al Azhar kepada wartawan, Selasa (2/2). Menurutnya, untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut pihaknya sudah minta persetujuan dari pihak keluarga almarhum.
 
"Keluarga tidak keberatan dengan adanya kegiatan Mengenang H Tenas Effendy. Bahkan ada tambahan bahan yang dimiliki keluarga yang diberikan keluarga untuk dipublikasikan," kata Al Azhar dilansir di faktariau.com. 
 
Oleh karena itu, lanjut Azhar, pihaknya berharap masyarakat dapat berperan dalam mengenang wasiran pemikiran H Tenas Effendy. Misalnya masyarakat memiliki buku unik karya beliau kepada LAM, nanti pihaknya akan mempubikasikannya.
 
Dalam acara Mengenang H Tenas Effendy, ada 10 kegiatan yang akan digelar diantaranya: pameran karya budaya H Tenas Effendy, seri syarahan atau kuliah umum warisan H Tenas Effendy, kolokium bahasa dan pemikiran H Tenas Effendy, malam seni budaya, majelis adat mengenang H Tenas Effendy.
 
Selanjutnya, kenduri arwah almarhum H Tenas Effendy, dialog televisi Mengenang H Tenas Effendy memaksakan MEA, videografi H Tenas Effendy kesaksian kesenian OK Nizami Jamil, dialog lintas budaya dan program televisi dan radio baca 'Tajuk Ajar Melayu' belia lintas etnik.
 
Diterangkan Azhar, dalam pameran buku budaya H Tenas Effendy semua karya almarhum akan ditampilkan di Perpustakaan Soeman HS pada 15 Februari - 15 Maret 2016.
 
Lebih lanjut disampaikan Al Azhar, setidaknya ada 119 judul buku yang sudah diterbitkan Riau, Singapura, Malaysia, Brunai Darussalam dan Thailand. Dimana buku tertua karya Tenas Effendy yang dilacak LAM adalah 'Catatan Tentang Lancang Kuning' yang diterbitkan pada 1969 dan masih pakai ejaan lama.
 
Sementara Penanggung Jawab Kegiatan Mengenang H Tenas Effendy, Yoserizal Zen menyampaikan, kegiatan Mengenang H Tenas Effendy ini nantinya akan dihadiri para pemikir kebudayaan Melayu dari Asean. Dengan demikaian, meyakinkan pihaknya bahwa Riau merupakan pusat kebudayaan Melayu.
 
"Bahkan dari beberapa materi yang diundang berkenan datang ke Riau dengan menggunakan biaya sendiri. Ini yang membuat kita terharu. Kalau dukungan dari lembaga pendidikan perguruan tinggi tidak ragu lagi. Mereka mendukung sepenuhnya," kata Yoserizal. IR6

KOMENTAR