Meski Untung, Musk Belum Tentu Mau Bayar Pajak Tesla

Jumat, 11 Februari 2022 10:58:05
Meski Untung, Musk Belum Tentu Mau Bayar Pajak Tesla
Elon Musk

Inforiau - CEO Tesla Elon Musk berulang-ulang mengungkit soal pembayaran pajaknya kepada Pemerintah AS sebesar US$11 miliar pada tahun lalu. Dia berkoar-koar bahwa pajak yang dibayarkannya lebih besar dari pajak siapapun yang ada di dunia.

Namun, dia mengingatkan perusahaan mobil listriknya Tesla belum tentu akan membayar pajak kepada negara. Meskipun, perusahaan tercatat mengantongi laba bersih US$5,5 miliar dengan pendapatan sebesar US$7,6 miliar.

Alasannya, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (11/2), Musk menuturkan bahwa Tesla kehilangan pendapatan US$130 juta pada tahun lalu. Selain itu, lebih dari US$6 miliar pendapatannya tahun lalu berasal dari operasi perusahaan di luar AS.

Itu berarti, Tesla akan membayar pajak mereka di luar negeri. Musk merinci tagihan pajak luar negerinya mencapai US$839 juta. Sementara, tagihan pajak untuk negara bagian di wilayah operasinya hanya US$9 juta, dan tagihan pajak negaranya nol.

"Memang, kelihatannya bertentangan dengan akal sehat, tetapi tidak menentang aturan pajak di AS," imbuh Analis Pajak, Penerbit Pajak Nirlaba, dan Pakar Praktik Pajak Perusahaan di AS Martin Sullivan.

Sullivan menyebut pendapatan Tesla di AS hanya sedikit atau bahkan nihil yang terkena pajak karena anak perusahaan Tesla lah yang membukukan pendapatan. Di sisi lain, operasi Tesla di markasnya malah menderita kerugian.

Laporan Departemen Keuangan AS menyebut 61 persen dari keuntungan perusahaan multinasional AS dicatat di tujuh negara, yakni Bermuda, Cayman, Irlandia, Luksemburg, Belanda, Singapura dan Swiss. Negara-negara ini dikenal sebagai surga pajak.

Ini adalah celah yang ditargetkan Pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk dibenahi, mengingat perusahaan multinasional AS kerap memanfaatkan hal tersebut.

"Tesla dan perusahaan raksasa lainnya telah lama menggunakan penipuan dan celah untuk membantu mreka keluar dari kewajiban pajak, itu harus dihentikan," terang Senator Elizabeth Warren yang dikenal sering mengkritik Musk.*

KOMENTAR