Panas, Amper Dihadang Massa PP

Kamis, 14 April 2016 15:34:32 681
Panas, Amper Dihadang Massa PP

Pekanbaru, inforiau.co - Kunjungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pekanbaru, Riau, Rabu (13/4) siang disambut aksi unjuk rasa oleh mahasiswa. Bahkan demontrasi sempat memanas lantaran unjuk rasa 'dihalangi' oleh Pemuda Pancasila (PP).

Tidak cuma itu, jumlah massa yang berjumlah ratusan ini sempat memblokir ruas Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Tugu Perjuangan, tempat titik utama orasi pendemo yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa.

Pada kesempatannya, pendemo yang menyebut dirinya Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Pemuda Riau (Amper) mendesak agar penegak hukum membongkar dugaan praktek KKN dalam bentuk persekongkolan di Satker Dinas Bina Marga Riau yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi.

"Kita di sini menyampaikan aspirasi kita. Kenapa Pemuda Pancasila mengawal dan berupaya menghalangi kita. Ini ada apa. Kita memperjuangkan warga Riau dari korupsi," teriak lantang koordinator lapangan, Dodi Sugiarto.

Mereka nyaris baku pukul dengan oknum Pemuda Pancasila (PP).
Keributan dipicu lantaran oknum PP tak terima ada spanduk orasi yang menyinggung salah satu ketua mereka.

"Ini tidak bisa. Kenapa kau bawa-bawa abang ku (Anto Rahman, red) di spanduk itu. Tak bisa, bawa sini spanduknya," kata salahseorang oknum PP.

Melihat itu, puluhan mahasiswa langsung melakukan perlawanan, sehingga aksi tarik-menarik spanduk tidak terelakkan. Beruntung aparat kepolisian segera mengantisipasi dan memisahkan dua pihak itu. Walau sudah dipisahkan, oknum PP tetap emosi dan melontarkan makian.

Makian ini dibalas pendemo dengan sindiran, bahwa tidak ada hak siapapun dalam melarang pembentangan spanduk. "Kalau kalian PP berani maju ke sini, tunjukkan aturan pelarangan pembentangan spanduk. Kami ke sini ada izin," balas pengunjuk rasa.

Upaya pelarangan pembentangan spanduk tersebut bahkan terjadi dua kali. Setelah sempat mereda, oknum PP lagi-lagi menghampiri pendemo dengan upaya serupa. Selain itu, pertikaian juga hampir terjadi ketika pendemo memanjat tugu Perjuangan untuk membentang spanduk.

Pada demonstrasi ini, ada 14 tuntutan yang dilayangkan massa, yang keseluruhannya terkait berbagai dugaan korupsi skala besar di Pemerintahan Provinsi Riau. "Semuanya berkaitan dengan Dinas Bina Marga Riau," beber Dodi.

Kasatpol PP Provinsi Riau 'Panas Kuping'
Kasatpol PP Provinsi Riau, Zainal dibuat 'panas kuping' oleh ledekan pengunjuk rasa, Rabu (13/4/2016) siang, saat berlangsungnya demonstrasi di Tugu Pahlawan, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Riau.

Ini dipicu saat Zainal memimpin anggotanya untuk mencopot spanduk di pagar gedung kediaman Plt Gubernur Riau. Aksinya itu ditantang pendemo dan berujung pada perdebatan sengit. "Kenapa dilarang memasang spanduk di sini, tunjukkan peraturannya," tanya masa.

"Ini tanah rakyat. Kami berunjuk rasa ada izin. Kenapa harus dicopot spanduk kami," umbar pendemo. Ini langsung ditanggapi Zainal dengan jawaban yang imbasnya membuat Kasatpol PP Provinsi Riau ini panas kuping. "Ini tanah saya, saya minta tolong dicopot," intruksinya kepada anggota Pol PP lainnya.

Jawaban ini langsung mendapat reaksi massa. "Saya kira ini rumah Plt milik rakyat. Ternyata milik Pak Zainal. Luar biasa. Tolong dicatat semua, tanah ini ternyata sudah dikapling Pak Zainal sehingga dia bisa melarang kita membentang spanduk," sindir massa.

Bahkan pendemo sempat memancing Kasatpol PP supaya menjual tanah itu ke jual beli online, agar mereka bisa membelinya sehingga bisa diizinkan membentangkan spanduk. "Pak, masukan saja ke jual beli online dan broadcast, yang minat Ping. Biar kami beli tanah bapak ini," teriak massa yang langsung mendapat tepukan tangan.

Sindiran demi sindiran itu terus bergulir, hingga membuat Zainal akhirnya mengabaikan upaya awal, untuk melepas spanduk tersebut. Bahkan Zainal juga tampak pergi meninggalkan pendemo. Grc/Ir

KOMENTAR