Pemanah Junior Siak Raih Medali Emas dan Perak

Rabu, 31 Agustus 2016 22:11:30 625
Pemanah Junior Siak Raih Medali Emas dan Perak
Siak Sri Indrapura, inforiau.co -  Dua pemanah junior asal Negeri Istana sukses meraih 4 medali dari iven 2 tahun Bukittinggi Archery Open Tournament 2016 yang berlangsung 22-26 Agustus lalu.
 
Empat medali tersebut dipersembahkan masing-masing oleh Muhammad Fajri Ramdani siswa MI Assiddiqiyah Siak dengan perolehan 3 medali emas  kategori Sekolah Dasar kelas Nasional, dan 1 medali Perunggu atas nama Muhammad Afdi siswa MAN 1 Siak di kategori SMA dengan kelas lomba yang sama.
 
Manajer Tim Panahan Siak Alfarizi menyebutkan, awalnya atlit panahan Siak yang jumlahnya 6 orang yang ikut serta dikejuaraan itu, intinya untuk mencari pengalaman bertanding. 
 
"Semua Pengkab diundang termasuk kita, awalnya hanya untuk mencari pengalaman saja. Namun rupanya anak-anak tampil bagus dan sukses meraih 3 emas dan 1 perunggu. Terimakasih buat KONI Kabupaten Siak yang telah mendukung penuh terhadap kegiatan kami," sebutnya penuh bangga.
 
Sementara itu, Siswanto, pelatih Perpani Kabupaten Siak juga menyampaikan hal senada, Perpani Siak baru berdiri 2015 lalu, namun atlit binaannya tetap semangat berlatih ditengah keterbatasan peralatan latihan pendukung. 
 
Dijelaskan Siswanto, Kejuaraan Panahan Bukittinggi open 2016 mempertandingkan 4 cabang lomba yakni Compound, Recurve, Nasional dan Barebow. Kejuaraan diikuti utusan Perpani dari 7 Provinsi dan 2 utusan negara asing.
 
"Sayangnya kita hanya ikut berkompetisi di divisi nasional yg memperebutkan total 25 medali emas. Sementara untuk divisi recurve dan compound, kita belum memiliki peralatan. Namun demikian, pegawai inspektorat Kabupaten Siak ini mengaku atlit binaannya tidak menemui kesulitan sepanjang lomba," kata Siswanto. 
 
Selain kategori SD dan SMA, Perpani Siak juga menurunkan 2 atlet untuk berkompetisi dikategori umum. "Untuk kelas nasional umum, kita baru mampu bersaing hingga perdelapan final yang mempertemukan antara atlet Siak melawan atletJakarta," imbuh Siswanto.
 
Walau kalah, atlit Siak tampil berhasil memaksa pertandingan harus melewati shoot off. "Pengalaman bertanding dan mental jualah yang akhirnya mempengaruhi. Atlit berprestasi tersebut selain mendapatkan medali dan sejumlah uang pembinaan, juga mendapatkan bonus dari Ketua Perpani Siak Alfarizi. MAN/RLS

KOMENTAR