Peneliti Kemsos Telusuri Rekam Jejak Mahmud Marzuki di Kampar

Sabtu, 11 Agustus 2018 08:00:00
Peneliti Kemsos Telusuri Rekam Jejak Mahmud Marzuki di Kampar
Foto bersama pada penyambutan TP2GP Kemsos RI di Balai Rumah Dinas Bupati Kampar

KAMPAR, INFORIAU.CO - Petugas dari Kementerian Sosial bernama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) mulai melakukan verifikasi faktual terhadap kepahlawanan Mahmud Marzuki.

Tim disambut oleh Wakil Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto di Balai Rumah Dinas Bupati Kampar, Jumat (10/8/2018).

Tim kecil itu adalah Kurnia Wati dan Linda. Mereka akan didampingi TP2GP Riau. Mereka akan mengkaji dan meneliti jejak sejarah Mahmud Marzuki sebelum disimpulkan laik menjadi Pahlawan Nasional.

Wabup Catur, dalam sambutannya, bercerita kepada TP2GP tentang usulan agar Mahmud Marzuki dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional telah lama diperjuangkan. Menurut dia, Pemkab Kampar sudah berupaya sejak belasan tahun terakhir.

Menurut Catur, dijadikannya Mahmud Marzuki sebagai Pahlawan Nasional adalah kerinduan masyarakat Kampar. Ia mengapresiasi perkembangan progres memperjuangkan usulan tersebut sudah cukup signifikan. Ia berharap, Pemerintah Pusat mengabulkan harapan Kampar tahun ini.

"Tim kami harapkan dapat melihat keinginan kuat dari masyarakat," ujar Catur.

Sejumlah tokoh yang juga pelaku sejarah di era Mahmud Marzuki juga hadir dalam penyambutan itu. Di antaranya, Ketua TP2GP Riau, Azaly Djohan, Kepala Dinas Sosial Riau, Suwardi MS, Yusri Munaf, Ali Munir Hasani, Rosnaniar, Abdul Latief Hasyim dan lainnya.‎

Tim akan meninjau bukti-bukti penilanggalan sejarah berkaitan dengan Mahmud Marzuki. Berikut mendengar testimoni dari pelaku sejarah. ‎

‎Linda yang bertugas di Direktorat Perintis Kemsos, mengungkapkan, sebenarnya sampai 2017, persyaratan untuk mengajukan Mahmud menjadi Pahlawan Nasional belum kurang. Sedangkan pada 2018 ini, persyaratan sudah dinyatakan lengkap.

"Tahun 2018, persyaratan sudah lengkap dan tidak ada masalah," kata Linda. Ia menjelaskan, persyaratan dinyatakan lengkap dalam sidang tertutup 13 anggota TP2GP. "Tinggal lagi Kemsos mengajukan kepada presiden. Hak prerogatif presidenlah yang akan menetapkan," ujarnya.‎

Pada kesempatan itu, Azaly Djohan, Ali Munir Hasani, Rosnaniar dan Abdul Latief Hasyim menyampaikan testimoni tentang Mahmud. Putra Mahmud, Nasrun Mahmud juga berkesempatan menceritakan sosok ayahnya. Setelah itu, TP2GP meninjau makam, rumah besar, nama jalan Mahmud Marzuki di Desa Kumantan Kecamatan Bangkinang Kota serta bukti-bukti lain. tpc

KOMENTAR