Penobatan Pucuk Suku Induk Dalam Luhak Tambusai Meriah

Selasa, 18 April 2017 13:34:32 2181
 Penobatan Pucuk Suku Induk Dalam Luhak Tambusai Meriah
foto: Ketua LAM Riau, Al Azhar, memasangkan kain kuning kepada pucuk suku induk dalam Luhak Tambusai Arifin L.Bergelar Rajo Amad

Rokan Hulu, Inforiau.co - Dalam melanjutkan struktur kepengurusan Suku Induk Dalam Luhak Tambusai yang sudah lama vakum kepengurusan, Minggu pagi 16/04/17 digelar prosesi penobatan pucuk suku.

Acara sakral ini digelar di Rumah Pucuk Suku Induk Dalam Luhak Tambusai Desa Talikumain Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Dalam acara ini digelar prosesi Penobatan Pucuk Suku Induk Dalam luhak Tambusai Pucuk Tungkek serta Gading Belalai dan anak kemanakan mulanteh sisik induk dalam Luhak Tambusai.


Prosesi penobatan berlangsung meriah kerana di hadiri langsung oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Propinsi Riau, Al Azhar, Ketua Kerapatan Adat Melayu Luhak Tambusai Tengku Afrizal,
Kades Talikumain Mualimin, Kapolsek Tambusa, AKP Yuli Hasman.Sos.Koramil 11/TMB Kapten Inf.Yuhardi dan pucuk Suku Manjo Rokan,pucuk suku Sari Mahrajo,pucuk Suku Mahrajo-rajo,pucuk Suku Majo lelo,Pucuk suku Kandang Kopuok,pucuk Suku Mahih,pucuk Suku Punkuit,pucuk Suku Melayu, serta ratusan masyarakat Kecamatan Tambusai.

Sebelum acara penobatan Pucuk Suku Induk Dalam Luhak Tambusai dimulai, prosesi diawali dengan pawai berjalan bersama Pucuk Suku Tungkek Gading Bulalai serta anak kemanakan mulanteh sisik Induk Dalam, yang di iringi oleh rebana serta puluhan masyarakat. Setelah sampai di depan tempat acara rombongan di tunggu dengan pantun dan  pancak silat, baru kemudian  rombongan dibolehkan masuk ke tempat penobatan.

Prosesi selanjutnya dilanjutkan sekapur sirih  dari pimpinan pucuk suku adat serta pembacaan naskah penobatan Ketua Kerapatan Adat Melayu Luhak Tambusai, Tengku Afrizal

Setelah naskah Penobatan dibacakan dilanjutkan penyarungan kain selendang berwarna kuning oleh Ketua LAM Riau, Al Azhar, kepada Pucuk Suku Induk Dalam Arifin L.dengan gelar Rajo Amad.
Yulianis uwang umah  mendapatkan gelar Siti Intan Kana sedangkan Auzar, Tungkek Induk Dalam dengan gelar Sutan Momad  dan Maryam sebagai uwang umah dengan gelar Siti Intan Culiyu.

Lalu di lanjutkan Rahim dinobatkan sebagai malin induk dalam dengan gelar Rajo Iman, Suflan dinobatkan Sebagai uwang codik pandai dengan gelar Rajo Mungkasuo, Mufti Ali dinobatkan sebagai uwang condik pandai dengan gelar Rajo Kumalu Rokan
Mawardi dubalang induk dalam dengan gelar Raji Panglimo Bosa,
Usman Dubalang induk dalam dengan gelar Rajo Ampolai,
Sudirman sumondo sebagai penghubung lidah induk dalam dengan gelar Maharaju Bijak. Rahim sumondo penhubung lidah induk dalam dengan gelar Maharajo Enceh

H.Firman Tambusai dengan gelar Rajo Lelo Pahlawan,Hj.Suyuti dengan gelar Siti Intan Kenari, kemudian Jasman dengan gelar Maharajo lelo, Ade Putra dengan gelar Maharajo Rokan, Afrianto dengan gelar uwang Kayu sakti.

Setelah prosesi penobatan di lakukan makan bersama dengan seluruh undangan. Dalam sambutannya Ketua LAM Riau, Al Azhar mengaku sangat senang serta kagum sebab acara yang penuh dengan makna ini masih terpelihara dengan baik oleh masyarakat, dimana mempunyai arti penting bagi masyarakat sebagai bahan edukasi bagi pemuda dan generasi kita kedepannya kerana kita mempunyai cara tersendiri.

"Harapan Kita tentu kedepannya bagaimana datuk-datuk suku bisa kembali dekat dengan anak kemenakannya, dan adat bisa menjadi sebuah alat kekuatan guna menyelesaikan permasalah permasalahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat kita, seperti masalah Narkoba, minuman keras dan serta penyakit masyarakat, dan adat juga bisa menjadi kekuatan pemulihan ekonomi masyarakat, kerana pada dasarnya adat itu tegak apabila anak kemenakannya maslahat secara keekonomian," ujar Al Azhar.

Sementara itu Pucuk suku induk dalam Arifin L.dengan gelar Sutan Momad menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh undangan dan anak kemanakan, yang telah bersama mensukseskan acara proses penobatan Pucuk Suku Induk Dalam Luhak Tambusai.
 
"Tentu ini merupakan tantangan besar sebagai pucuk suku induk dalam guna membina  anak kemanakan induk dalam luhak Tambusai.
Kedepan program pembina kepada anak kemanakan akan lebih kita kuatkan," ujarnya

Sedangkan Kepala Desa Talikumain, Mualimin, mengaku sangat mendukung perhelatan dan penabalan adat yang di lakukan  sebab pemerintahan desa tak bisa terlepaskan dari adat, karena adat adalah bagian dari pemeritahan desa dan pemerintahan desa merupakan bagian dari adat itu sendiri.

"Tentu ini akan terjadi ketimpangan kalau tidak sejalan, makanya kita sangat harapkan baik itu pemerintahan Desa dan adat  akan terus melakutkan komunikasi, sebab dalam pepatah juga sudah tersirat di mana Tungku tigo sajarangan yang mempunyai makna ketiga line ini harus sejalan baik itu pemerintah desa,adat,dan ulama," ujarnya. ***
 

KOMENTAR