Peralatan Pemadaman Rohil Disebar di Kecamatan

Selasa, 15 Maret 2016 16:49:25 720
Peralatan Pemadaman Rohil Disebar di Kecamatan
ILUSTRASI - Mobil Damkar saat berada di lokasi kebakaran lahan dan hutan.
Bagansiapiapi, inforiau.co - Potensi kebakaran lahan dan hutan masih mengancam Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Tak ingin peristiwa tahun lalu terulang, Pemkab Rohil menempatkan seluruh peralatan pemadam api di tingkat kecamatan.
"Kita harus bertindak dengan cepat untuk memadamkan titik api, makanya semua peralatan yang ada di BPBD telah kita tempatkan dikecamatan yang dianggap rawan terjadinya karhutla," kata Kepala BPBD Rohil, H Azhar SE Msi, Senin (14/3) di Bagansiapiapi.
Penempatan peralatan menurutnya, dalam rangka mensiagakan agar jika terjadi Karlahut peralatan yang ada bisa digunakan secepatnya oleh pihak terkait. Adapun peralatan pemadam kebakaran yang telah kita kirim kekecamatan yakni berupa mesin pompa air sebanyak 2 unit, Mobil Operasional dan perahu karet.
Sementara kecamatan yang dianggap rawan Karlahut itu seperti Kecamatan Kubu, Tanah Putih, Rantau Kopar dan sejumlah kecamatan lainnya. "BPBD ditunjuk sebagai koordinator siaga darurat Karlahut di Rohil, makanya kita sering pantau dan secara rutin mengumpulkan sejumlah informasi dari pihak kecamatan yang ada," terang Azhar dilansir di halloriau.com.
"Kalau ada informasi kita langusng turun kelapangan dan melakukan pemadaman semaksimal mungkin, dengan begitu api tidak menyebar kelahan yang lainnya. Nah, inilah gunanya peralatan ditempatkan dikecamatan, jika ada karhutla bisa melakukan tindakan cepat bersama pihak terkait lainnya," ujarnya.
Mantan Kadisperindag Rohil ini juga mengaku BPBD baru memiliki sebanyak 3 unit perahu karet. Perahu yang memiliki mesin baru 1 unit, sedangkan 2 unitnya masih menggunakan dayung. Agar peralatan keperluan memadamkan karhutla lebih lengkap dan banyak, maka pihaknya berusaha setiap tahunnya akan melengkapinya.
"Kita akan lengkapi peralatan, jika ada kebakaran tidak akan menimbulkan asap dan bisa dipadamkan secepat mungkin," pungkasnya. IR6/ZAL 

KOMENTAR