Potensi Besar, PAD Pekanbaru Rendah

Rabu, 20 Juli 2016 10:30:00 950
Potensi Besar, PAD Pekanbaru Rendah
INT

Pekanbaru, inforiau - Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) disebut rendah oleh DPRD Kota Pekanbaru.

Diketahui dari laporan hasil hearing sejumlah SKPD, dimana ada banyak potensi PAD yang ditargetkan besar justru tidak maksimal dan tidak terkelola dengan baik.

"Dicontohkan, seperti pajak reklame, pajak parkir, pajak restoran dan rumah makan, pajak air bawah tanah, dan banyak lagi. Dinilai banyak kebocoran-kebocoran yang seharusnya menjadi sumber PAD malah lenyap entah kemana," kata Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri, Selasa (19/7/16).

Dari kondisi rendahnya target PAD dari seluruh SKPD Pemko, diminta kedepannya agar bisa digenjot dan bisa mencapai target yang diharapkan.

"Seluruh pimpinan SKPD harus bekerja keras jangan diam saja ketika PAD bocor terus, harus dapat mengejar ketertinggalan dalam pencapaian target yang ditetapkan," ungkap Azwendi.

Dengan kondisi seperti sekarang ini, ditegaskan Politisi Demokrat ini, tidak ada alasan bagi SKPD untuk tidak bisa mengejar target PAD ini. Dicontohkannya, seperti Dispenda yang merupakan sebagai salah satu sumber PAD terbesar untuk Pekanbaru, diminta harus mendata semua objek-objek pajak. Begitu juga untuk SKPD lainnya.

"Untuk penagihan objek pajak ini supaya betul-betul dilakukan oleh instansi yang terkait sesuai dengan tupoksi yang diberikan," pintanya.

Selain itu, disarankannya juga supaya instansi terkait membuat data laporan yang akurat agar objek pajak yang mau ditagih terperinci dan terkontrol.

"Jangan terlalu percaya dengan laporan pajak-pajak perusahaan penghasil pajak di Pekanbaru seperti Mall, Hotel dan lainnya juga, harus lebih teliti agar tidak dibodoh-bodohi," ungkapnya.

Untuk itu, disarankan Azwendi juga, jika dalam beberapa bulan ini tidak juga ada perubaha soal PAD, maka Wako harus lakukan evaluasi.

"Saya minta Walikota melakukan evaluasi terhadap satker yang tidak dapat memenuhi target ini, dan jelas jika tidak dapat memenui berarti lalai dan gagal," tuturnya. IR6/INT

KOMENTAR