RSUD Bangkinang Tetapkan Seorang Supir PDP Virus Corona, Saat Ini Diisolasi

Senin, 23 Maret 2020 22:12:18
RSUD Bangkinang Tetapkan Seorang Supir PDP Virus Corona, Saat Ini Diisolasi
Petugas RSUD Bangkinang menjemput seorang warga yang berstatus PDP Virus Corona.(Istimewa/Haluanriau.co)

Seorang Supir Ditetapkan Sebagai PDP Corona, Diisolasi di RSUD Bangkinang

Bangkinang, Inforiau.co - Tak lama berselang setelah Bupati Kampar, Catur Sugeng Santoso melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke RSUD Bangkinang, terkait kesiapan RSUD Bangkinang dalam penanganan wabah Coronavirus Deseas (Covid-19), salah satu pasien Orang Dalam Pengawasan (ODP) masuk ke ICU RSUD Bangkinang, dan dinaikkan statusnya menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Bangkinang, dr. Asmara Fitrah Abadi saat dikonfirmasi pada Senin (23/3/2020) membenarkan kondisi pasien tersebut. Dia menyebut saat ini yang bersangkutan sedang dilakukan perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Bangkinang.
Dokter Ifi enggan untuk mengungkapkan identitas pasien, namun dia menyebut bahwa pasien tersebut adalah laki-laki. Dan bekerja sebagai supir salah satu merk bus dan merupakan warga Kabupaten Kampar.

“Baru sore tadi, pas bupati keluar dia masuk. Dia telah ditangani di ruang isolasi khusus di bawah, di lantai satu bangunan yang belum siap karena tak boleh dicampur dengan pasien lain. Dia terpapar karena pekerjannya, dia supir,” beber Ifi.

"Sewaktu kita mendapatkan kabar, kita melakukan pemeriksaan terhadap calon pasien. Pada umumnya pasien dalam keadan biasa (baik), namun ada beberapa gejala yang dialami oleh pasien Seperti suhu tubuh diatas 37 derajat celcius, batuk-batuk dan pilek. Melihat gejala itu, kita naikkan status calon pasien tersebut menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP)." ujar dokter yang dipanggil dengan nama dokter Ifi ini.

Saat berita diturunkan, hasil pemeriksaan labor pasien ini belum keluar, dan tak bisa diidentifikasi apakah telah dapat digolongkan sebagau suspect Corona. Dia juga menambahkan saat ini di Kampar sudah ada satu orang PDP dan 300 orang dalam pemantauan (ODP) dan kemungkinan masih bertambah sehingga sudah selayaknya Kampar ditetapkan status darurat bencana oleh pemerintah, bukan siaga bencana.

“Ini fenomena gunung es. Dia kelihatan sehat tak ada masalah, makanya dia ke mana-mana,” katanya.

Kemudian gerakan untuk mencegah virus ini lebih massif lagi dan ia mendorong dilakukannya social distancing atau menjaga jarak dan menjaga interaksi sosial. “Seharusnya masyarakat sudah social distancing, jangan keluar rumah lagi, berkumpul-kumpul lagi,” katanya.

Menurutnya, parahnya wabah corona di Italia akibat gagalnya upaya pencegahan dan pengendalian di Negeri Pizza itu sehingga rumah sakit tak bisa menampung lagi pasien dan petugas medisnya kewalahan.

“Sumbar kabarnya sudah lockdown wilayah. Seharusnya sikap menjalankan himbauaan seperti apa sudah jelas langkahnya,” jelasnya. hen

KOMENTAR