SMP An-Namiroh Bakal Terapkan Program Baru

Selasa, 19 Juli 2016 13:44:59 2683
SMP An-Namiroh Bakal Terapkan Program Baru
Guru dan Siswa SMP An-Namiroh saat foto bersama

Pekanbaru, inforiau - Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan tempat proses belajar mengajar. Dimana para siswa dapat meningkatkan serta menimbah ilmu pengetahuan, teknologi dan memperdalam ilmu agama

Sekolah sebagai tempat masyarakat untuk belajar menjadi pusat pengembangan nilai-nilai terpuji sehingga tumbuh kesadaran untuk menggali, mengenal, memahami, menyadari, menguasai, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai melalui proses pembelajaran.
 
Salah satunya adalah SMP An-Namiroh sebagai pusat pembelajaran mengembang suatu tugas mulia dalam mendidik peserta didik untuk menjadi manusia cerdas, berpengetahuan, berkepribadian, berahlak mulia, cakap, sehat, kreatif, mandiri dalam mewujudkan warga masyarakat yang demokratis berwawasan global.

Dimana sekolah yang satu ini, sekolah yang mendapatkan lisensi setiap tahun dan sering menerima tamu asing  dari sekolah luar yakni Cambridge University.
 
Kepala SMP An-Namiroh, Riswan kepada inforiau, Senin (18/7/16) mengatakan SMP An-Namiroh yang beralamat di Jalan Delima, Tampan, Pekanbaru ini didirikan tahun 2012 telah menampung siswa lebih dari target.
 "Meski kita baru, tetapi banyak juga peminatnya. Namun kita memilih secara selektif terhadap anak-anak yang berpestasi dan berkompeten," ujarnya.

Karena itu, wajar SMP An-Namiroh memiliki banyak prestasi.  Dimana ditahun 2014-2015 baik itu tingkat kota, provinsi maupun nasionla, sekolah ini meraih piala sebanyak 18 penghargaan.

"Ya, umumnya  meraih prestasi  juara I sampai III. Kita pernah meraih juara I menulis cerpen antar SMP se-Indonesia pada Bulan Bahasa FKIP UIR 2015," bebernya.

Sedangkan keunikan dari sekolah ini mempunyai 3 program andalan, pertama siswa diwajibkan membaca Tahfizh Alquran. Kedua Cambridge Language Assessment Exam Preparation Centre, dengan diberikan empat tes  yaitu percakapan, lisan, tulisan dan pendengaran. Nah, dengan mendatangkan tamu luar negeri dari sekolah Cambridge diakhri tahun ajaran.

"Ketiga itu mengetik sepuluh jari dengan mata tertutup. Ini membantu mengasah daya ingt siswa, namun dari tahun awal sampai tahun ajaran sekarang sudah lumayan 30 persen siswa yang sudah mulai berhasil melaksanakannya," paparnya.

Untuk program terdekat, tambah Riswan, pihaknya akan mencoba pogram baru dengan membuat kelas ekskul multimedia. "Harapan saya agar siswa yang terdidik bisa pula menciptakan kreasi, dan bisa menjual hasil kreatifitas mereka nantinya," pungkasnya. SIS

KOMENTAR