Tembakkan 5 Peluru, Gembong Narkoba Teror LP Pekanbaru

Rabu, 11 Juli 2018 16:46:33
Tembakkan 5 Peluru, Gembong Narkoba Teror LP Pekanbaru
Tembakkan 5 Peluru, Gembong Narkoba Teror LP Pekanbaru.

PEKANBARU, INFORIAU.co - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pekanbaru, Riau Yulius Sahruza menyebut kasus penembakan Lapas Pekanbaru merupakan sebuah aksi teror.

"Ini adalah teror. Besar kemungkinan teror pelaku narkoba," ujar Yulius saat berbincang dengan Kompas.com, Senin (9/7/2018).

Menurut dia, apabila petugas yang sedang berjaga melihat pelaku melakukan penembakan, kemungkinan besar pelaku akan menyerang petugas. Namun, saat kejadian tidak ada satu orang pun yang terlihat petugas di pinggir jalan depan Lapas. Situasi juga sepi kala itu.

"Kita tidak tahu apakah pelaku menggunakan kendaraan atau jalan kaki. Ini yang belum tahu," ujar Yulius.

Polisi mengaku telah mengantongi identitas penembak tersebut. Teror ini terjadi diduga karena hitungan jam sebelumnya dilakukan penangkapan terhadap satu orang pelaku penyelundup sabu-sabu ke dalam lapas.

"Yang jelas kita sudah punya gambaran siapa yang melakukan ini. Kami akan melakukan perburuan terhadap terduga pelakunya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

Selain itu, polisi juga sudah mengidentifikasi senjata serta titik pelaku melepaskan tembakan. "Kita paham betul menggunakan senjata api apa, kaliber berapa, dari jarak apa. Kita sudah paham," lanjut Iqbal.

Namun, Iqbal mengaku belum mengetahui motif serangan penembakan tersebut. Menurut dugaan, pemicu serangan adalah masalah narkoba.

"Ya dugaannya begitu (terkait narkoba)-lah, ya kita lihat nanti. Karena motif itu selalu datang belakangan. Ketika pengungkapan sudah kita lakukan," ujar Iqbal

Sementara itu Yulius mengatakan bahwa salah seorang pelaku penyelundup sabu-sabu ke dalam Lapas adalah seorang koki kantin Lapas yang berinisial FA.

"Pelaku berinisial FA, koki kantin Lapas. Yang bersangkutan ini mendapat titipan paket narkoba dari pelaku lain. Kemudian diselundupkan dua paket ke dalam roti untuk diantar kepada salah satu narapidana dalam Lapas," kata Yulius.

Kendati demikian, pihaknya bersama kepolisian masih menyelidiki keterkaitan penembakan dengan penangkapan kurir sabu tersebut.

"Ini kan masih dugaan. Diselidiki dulu untuk memastikan," ujar Yulius.

Terkait penembakan ini, Yulius menekankan kepada seluruh jajaran agar tidak takut menghadapi ancaman pelaku teror narkoba. Karena menurut dia, para pelaku bandar-bandar narkoba terganggu dengan pengamanan ketat yang dilakukan Lapas saat ini.

"Kita jangan takut diteror pelaku narkoba. Ini kita lakukan sebagai upaya memerangi narkoba," pinta tegas Yulius. Dia menambahkan, pasca penembakan Lapas Pekanbaru pengamanan lebih diperketat.

"Pengamanan kita tingkatkan diseluruh kawasan Lapas," tandas Yulius.

Sebelumnya, Lapas Pekanbaru di Jalan Kapling Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Riau, ditembaki orang tidak dikenal, Minggu (8/7/2018) dinihari pukul 03.00 WIB. Tembakan membabi buta itu mengenai gerai pelayanan publik Lapas Pekanbaru. Setidaknya ditemukan ada 5 tembakan terdapat di dinding, kaca, plafon dan jendela.

Buktinya ditembak menggunakan senjata api (senpi), pihak kepolisian menemukan 2 selongsong amunisi dan sejumlah pecahan timah panas

Usai LP Pekanbaru diberondong tembakan dari orang tak dikenal. Untuk mengantisipasi hal tersebut agar tak terulang, Ditjen PAS Kemenkumham memperketat pengamanan.

"Pengamanan di LP Pekanbaru termasuk berkoordinasi dengan TNI dan Polri," ujar Kabag Humas Ditjen PAS Ade Kusmanto, saat dihubungi detikcom, Senin (9/7/2018).

Ade meminta supaya kepolisian segera menemukan pelaku penembakan. Dia juga belum mengetahui apa motif persis dari penembakan ini. Versi polisi, penembakan ini terkait dengan masalah narkoba.

"Agar tidak terjadi terulang dan untuk kejadian tersebut, kami minta polisi menyelidiki apa motif dari peristiwa dan pelaku segera ditemukan," ungkapnya.

Petugas LP Pekanbaru juga menemukan 2 selongsong peluru. Barang bukti itu juga sudah diserahkan pihak LP ke polisi untuk diselidiki.

"Adapun barang bukti yang berhasil ditemukan adalah 2 buah selongsong warna kuning dan 1 proyektil yang pecah. Barang bukti tersebut untuk selanjutnya oleh pihak kepolisian akan dijadikan bahan penyelidikan dan pengembangan kasus, jenis senjata apa yang digunakan pelaku dan apa motifnya," tutur Ade.

Penembakan itu terjadi pada Minggu dini hari (8/7) sekitar pukul 03.00 WIB-04.00 WIB. Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto menduga kuat tembakan itu merupakan teror. Teror ini diduga kuat masih terkait dengan jaringan narkoba.

Karena sebelum teror tembakan itu, kata Susanto, pihak Lapas Pekanbaru mengamankan seorang warga yang akan membesuk kedapatan bawa narkoba.

KOMENTAR