3 Anggota Dewan Muda yang Mencuri Perhatian Publik di Kepri

Senin, 09 September 2019 09:07:38
3 Anggota Dewan Muda yang Mencuri Perhatian Publik di Kepri
Ilustrasi

Batam, INFORIAU.co - Kekinian, kaum milenial atau mereka yang masih berusia di antara 20-35 tahun kian banyak unjuk gigi di kancah pemerintahan hingga perpolitikan. Pikiran dan ide-ide yang masih segar dari kaum muda ini diharapkan membuat perubahan baru di Indonesia.

Di pemerintahan sendiri, Jokowi sudah memberi sinyalemen akan memberi ruang bagi anak-anak muda yang berusia 20-an tahun untuk duduk sebagai menteri dalam kabinet yang baru ini

Sementara itu di legislatif, khusus di Kepri, Pilkada 2019 kemaren juga menghasilkan beberapa kaum muda yang mampu meraup suara masyarakat untuk duduk sebagai anggota DPRD di daerah. Berikut 3 kaum milenial yang mencuri perhatian publik di Kepri

1. Putra Yustisi Respaty, Ketua Sementara DPRD Kota Batam (28 tahun)

Putra Yustisi dan istri. (Foto: Batamnews)

Pria kelahiran Batam, 15 September 1990 ini merupakan anak dari politisi senior di Kepri, Soerya Respationo. Ayahnya sudah malang melintang sebagai anggota DPRD Kepri dan Batam, Soerya juga pernah menjabat Wakil Gubernur Kepri.

Kini Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri ini patut berbangga, putranya mampu meneruskan perjuangan sebagai wakil rakyat di Kepri. Tentunya banyak ilmu yang bakal diturunkan Soerya kepada Putra Yustisi yang akan genap berusia 29 tahun, pada 2019 ini.

Putra saat ini juga dipercayai menjadi Ketua sementara DPRD Kota Batam. Ia akan melaksanakan tugas seperti memfasilitasi rapat, membentuk kelengkapan dewan hingga penunjukan ketua defenitif nantinya. "Kalau diagendakan kira-kira, satu bulan DPRD Kota Batam sudah miliki ketua defenitif," kata suami dari Nadia Mayasari tersebut, usai dilantik kepada batamnews.

Ia juga masuk salah satu bursa yang dicalonkan menjadi Ketua DPRD Kota Batam. Hal itu akan diputuskan DPP dan DPC PDI Perjuangan.


2. Andes Putra, Ketua sementara DPRD Natuna, (27 Tahun)

Tahun 2015 lalu, pria 27 tahun ini baru selesai menamatkan pendidikan S1 di Universitas Muhammadiyah Pontianak, Kalimantan Barat di Fakultas Keguruan dan Kejuruan Biologi.

Pria kelahiran Serasan, Natuna, 30 Mei 1992 ini merupakan peraih suara terbanyak, yakni 1.664 suara di Pileg 2019 lalu untuk Kabupaten Natuna. Kendaraan politiknya Partai PAN. Saat ini ia ditunjuk menjadi Ketua sementara DPRD Kabupaten Natuna periode 2019-2014 yang baru dilantik

Sarjana Pendidikan yang punya hobi membaca, menulis dan berolahraga ini punya tekad membangun Kabupaten Natuna menjadi lebih baik

“Kita bisa manfaatkan sumber daya yang tersedia, baik itu dari segi perikanan, pariwisata dan pertanian. Ini semua bisa membantu masyarakat secara merata tanpa pandang bulu serta mengurangi pengangguran di Natuna,” ungkapnya dalam sebuah wawancara dengan wartawan.

Pria yang bercita-cita menjadi dosen itu, dalam biografinya menuliskan moto "Jika Kau Tak Suka Sesuatu, Ubahlah ! Jika Tak Bisa, Maka Ubahlah Cara Pandangmu Tentangnya,"


3. Vicky Bahtiar, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang (23 tahun)

Vicky Bahtiar dan ayahnya Syaiful Bahri yang juga mantan anggota DPRD Tanjungpinang. (Foto: Batamnews)

Nama terakhir ini adalah yang paling muda diantara nama-nama sebelumnya. Dia adalah Vicky Bahtiar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Vicky yang kelahiran 2 Febuari 1996 ini merupakan anggota DPRD Tanjungpinang termuda. Wajahnya pun terlihat 'unyu-unyu', tak seperti singa-singa politik yang selama ini malang melintang di Tanjungpinang.

Kepada Batamnews, Vicky mengungkapkan tekatnya terjun ke politik praktis. Pembangunan infrastruktur di Tanjungpinang menjadi fokus isu yang akan dia perjuangkan dalam lima tahun ke depan.

Vicky lolos ke DPRD Tanjungpinang setelah menggenggam 1.008 suara di daerah pemilihan Bukit Bestari. Keberadaannya di DPRD seolah menggantikan bapaknya, Syaiful Bahri dari Partai Amanat Nasional.

Mahasiswa STIE Pembangunan Tanjungpinang ini juga baru menjalani yudisium, Selasa (3/9/2019) lalu.

Kehadiran Vicky, pada pemilihan umum tahun ini membuat PKB kembali berkibar dengan perolehan sebanyak dua kursi, setelah pada pemilu 2014 lalu nihil kursi.

KOMENTAR