Akhir Tragis Kiper Choirul Huda

Senin, 16 Oktober 2017 07:49:42 669
Akhir Tragis Kiper Choirul Huda
Chairul Huda semasa hidup di dalam lapangan
Lamongan, inforiau.co - Penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda meninggal dunia usai terlibat insiden di pertandingan Liga 1, Minggu (15/10/2017). Pemain kelahiran Lamongan itu wafat pada usia 38 tahun. 
 
Choirul Huda bersama rekan-rekannya di Persela pada Minggu (15/10/2017) sore bertanding melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, pada laga pekan ke-29 Liga 1. Pertandingan dimulai pukul 15.00 WIB. 
 
Awalnya pertandingan berjalan dengan lancar. Persela mampu unggul cepat pada saat laga baru berjalan dua menit lewat gol pemain muda Saddil Ramdani. Petaka terjadi satu menit sebelum turun minum. Choirul Huda bertabrakan dengan rekannya sendiri, bek Ramon Rodrigues. Keduanya saat itu sama-sama berusaha menghalau bola dari jangkauan pemain Semen Padang.
 
Usai benturan keras tersebut, Choirul Huda sebenarnya masih sadar. Dia berlutut memegangi dadanya. Yang terkapar di atas lapangan justru Ramon. Namun, setelah beberapa saat memegangi dadanya, Choirul Huda terjatuh tak sadarkan diri. Tim medis langsung bergegas menandu Choirul. Para pemain, baik penggawa Persela maupun Semen Padang, di lapangan terlihat panik.
Choirul Huda kemudian mendapat perawatan lanjutan di pinggir lapangan sembari menunggu mobil ambulans masuk untuk membawanya ke RSUD Sugiri.
 
Di saat Choirul Huda dilarikan ke rumah sakit, pertandingan Persela melawan Semen Padang tetap dilanjutkan. Di babak kedua, Persela bisa menambah satu gol lagi lewat Jose Manuel Barbosa Alves pada menit 51.
 
Rupanya cedera yang dialami Choirul Huda sangat parah. Dia dinyatakan meninggal dunia di RSUD Sugiri. Kabar wafatnya Choirul Huda baru diterima pemain sesaat setelah pertandingan berakhir pada pukul 16.53 WIB.
 
Permintaan Terakhir 
 
Sebelum berbenturan pada saat memperkuat Persela Lamongan pada laga versus Semen Padang di Stadion Surajaya, yang berujung meninggal dunia, tidak banyak orang punya firasat bakal ditinggal oleh Choirul Huda .
Namun, salah satu bek Persela yang kebetulan juga bermain lawan Semen Padang, Samsul Arifin mengatakan, Huda memang sempat meminta perlengkapan serba-baru jelang laga kontra Semen Padang kepada ofisial.
"Kami tidak memiliki firasat apa pun sebelumnya. Hanya, sebelum pertandingan, dia memang sempat meminta kaos kaki dan perlengkapan lain yang baru kepada Toni (bagian perlengkapan tim Persela)," ujar Samsul, Minggu (15/10/2017) malam.
"Kami juga tidak menyadari, bahwa itu menjadi permintaan terakhir dia. Semoga semua amal ibadahnya, dapat diterima oleh Allah," kata dia.
Meski tidak ada yang janggal sebelumnya, namun Samsul sempat merasakan hal berbeda dari sosok Choirul Huda dalam pertandingan lawan Semen Padang.
"Saat pertandingan tadi, dia memang terlihat cukup tenang dan sedikit berbeda dari biasanya. Tadi juga aempat bertabrakan dengan saya sebelum dengan Ramon, tapi tidak apa-apa,* tutur Samsul.
 
Penyakit Hypoxia
 
Menurut pihak RSUD dr Soegiri, Lamongan, yakni dr Zaki Mubarok, Huda meninggal akibat mengalami benturan.
"Choirul Huda disinyalir meninggal karena benturan di kepala dan leher," kata dr Zaki, Minggu (15/10/2017).
"Saat dibawa ke RSUD dr Soegir Lamongan, dia masih bernapas," ucapnya.
 
Tim medis saat akan mengangkat kiper Persela, Choirul Huda, yang tak sadarkan diri seusai bertabrakan dengan rekannya, Ramon Rodrigues, dan penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento pada laga pekan ke-29 Liga 1 musim 2017 di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10/2017).
 
Tim medis saat akan mengangkat kiper Persela, Choirul Huda, yang tak sadarkan diri seusai bertabrakan dengan rekannya, Ramon Rodrigues, dan penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento pada laga pekan ke-29 Liga 1 musim 2017 di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10/2017).(TB Kumara/BolaSport.com)
 
Kepada Kompas.com dan BolaSport.com di RSUD dr Soegiri, dr Zaki Mubarok mengatakan, Choirul Huda mengalami hypoxia. Hypoxia adalah keadaan di mana jaringan tubuh manusia kekurangan oksigen dengan penyebab banyak hal.  Menurut Zaki, Huda dibawa ke RSUD dr Soegiri dari Stadion Surajaya, Lamongan, arena laga Persela vs Semen Padang, masih bernapas. Namun, Huda tak lama berselang dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.15 WIB.*1/kpc
 
editor : asa

KOMENTAR