Aliansi Petani Gambut Riau Tolak Pembubaran Badan Restorasi Gambut

Sabtu, 18 Juli 2020 13:31:30 265
Aliansi Petani Gambut Riau Tolak Pembubaran Badan Restorasi Gambut
aktifitas petani gambut di Siak Riau

KANALSUMATERA.com, Riau - Aliansi Petani Gambut Riau memandang keberadaan Badan Restorasi Gambut (BRG) sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama petani yang memanfaatkan lahan gambut di Riau. Hal ini mereka sampaikan menanggapi wacana pemerintah membubarkan sejumlah lembaga.

“BRG sangat banyak membantu kami. Misalnya dengan mengajarkan cara pertanian tanpa bakar. Jadi kami tidak perlu takut ditangkap karena sudah tidak lagi melakukan pembakaran,” ujar Badri, Ketua Aliansi.

Badri sehari-harinya petani dari Desa Bungaraya, Kabupaten Siak. Ia menjadi penggerak pertanian organik dan tanpa bakar. Pengetahuan dan keterampilan diperolehnya dari Sekolah Lapang Petani Gambut yang dibuat BRG.

“Sekarang saya dan kawan-kawan sudah tidak membakar. Kami juga dapat bertani organik secara swadaya. Pupuk, pestisida semua kami bisa buat sendiri,” ditambahkan oleh Sukamtono dari Desa Rawa Bagun, Rengat – Indragiri Hulu.

Para petani mengakui BRG sangat membantu mereka memberikan solusi dari larangan pembakaran lahan yang dibuat pemerintah. Pendampingan BRG mengangkat kembali pertanian di lahan gambut Riau, tanpa harus mengorbankan perlindungan terhadap lahan gambutnya.

Aliansi Petani Gambut Riau menyayangkan pernyataan tokoh yang mendukung pembubaran BRG. “Beliau mungkin tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan. Apa yang sudah dirasakan manfaatnya oleh petani dari kegiatan-kegiatan restorasi gambut,” kata Badri.

Badri sekarang sangat piawai mengelola pertanian organik dan tanpa bakar. Untuk itu dia berkesempatan mengikuti kegiatan internasional di Bangkok. Sementara Sukamtono menjadi pembicara di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Spanyol, tahun lalu.

Selain pak badri dan Sukamto juga ada Pak Ismail salah seorang campion petani gambut dari bengkalis, beliau juga aktif mengedukasi warganya dan menjadi narasumber saat webinar nasional pertanian gambut tanpa bakar pada bulan lalu. Saat ini sudah ada 148 Kader sekolah lapang petani gambut yang tersebar di 10 Kabupaten kota bergambut di Riau (Kampar, Rokan hilir, Dumai, Bengkalis, Siak, Meranti, Pelalawan, Indragiri hulu dan Indragiri hilir).

Praktik-praktik baik dari pertanian gambut di Riau, yang dilakukan oleh para kader Sekolah Lapang Petani Gambut telah disampaikan di dunia internasional dan mendapat apresiasi yang tinggi. Menunjukkan bagaimana pemerintah dan petani di Riau serius mengatasi karhutla dan kerusakan gambut.

Ditemui terpisah, Dinamisator Desa Peduli Gambut di Riau, Muslim Rasyid mengatakan ada 76 lokasi demplot pertanian tanpa bakar yang ada di desa-desa yang jadi target restorasi gambut di Riau. Demplot ini difasilitasi BRG dan sebentar lagi akan ada penambahan dengan pendampingan yang dilakukan Perusahaan dan LSM. rls

KOMENTAR