Memaknai Hikmah Kalimat 'Nak, Besok Kamu Harus Jadi Orang'

Sabtu, 28 September 2019 11:09:49
Memaknai Hikmah Kalimat 'Nak, Besok Kamu Harus Jadi Orang'

PEKANBARU - Hidup adalah tentang perjuangan, tidak akan ada yang akan kita dapatkan secara percuma, karena harus ada usaha dalam semua proses kehidupan.

Kita tidak juga bisa menilai apa yang sedang dirasakan orang kaya, itu adalah suatu kebahagiaan, dan apa yang dirasakan orang miskin, apakah itu adalah suatu kesengsaraan.

Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), mungkin kita mengira, yang sudah SMP itu seru, ketika kita sudah SMP, muncul lagi di dalam pikiran kita, SMA itu pasti asik, begitupun ketika kita sudah SMA, terbersit di pikiran kita, kuliah itu enak. Begitulah perjalanan di dalam kehidupan, atau proses kehidupan kita berjalan.

Ketika seseorang menyelesaikan pendidikannya, bukanlah ketika itu dia menang, justru di saat itulah proses awal kehidupan yang akan dihadapi, tidak mungkin lagi bergantung kepada orang tua. Karena, sudah cukup lama kita membebani mereka, meski mereka merasa kita tidak pernah membebani mereka.

Kita hidup di dunia ini, bukanlah hanya sekedar hidup, mencari kerja, mencari makan, mencari kesenangan dan sebagainya.

Mungkin masih terbersit di pikiran kita, dulu orang tua kita selalu mengatakan, "kamu besok harus jadi orang". Pasti, itu pernah kita dengarkan ketika sedang duduk berdua dengan orang tua kita, yang sekarang mungkin mereka sedang menjalani hari tua-nya.

Selesai kuliah dan mendapatkan kerja, gaji bulanan yang cukup untuk membiayai kehidupan. Bahkan sudah pantas untuk menikah, karna sudah bisa memberikan nafkah bagi istri nantinya, apakah ketika itu seseorang itu bisa dikatakan sudah menjadi orang?

Ketika orang tua mengatakan "kamu besok harus jadi orang", itu adalah ketika melihat kita sukses? Jawabannya iya, atau, itu adalah salah satu faktor untuk bisa jawaban dari pertanyaan tadi menjadi iya.

Namun dalam kehidupan ini, bukanlah itu tujuan utamanya. Tujuan utama dari kehidupan kita di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah, karena Allah telah mengatakan dalam FirmanNya, "Wa m? khalaqtul-jinna wal-insaa ill? liya'bud?n". Yang artinya, dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

Inilah sebenarnya yang dikatakan oleh orang tua kita, yang menyuruh kita untuk jadi orang, selain di sisi dunia, kita menjadi orang yang sukses, namun juga untuk akhirat, kita menjadi orang yang beruntung, dengan cara tentunya beribadah kepada allah, karna tidaklah allah menciptakan kita, melainkan adalah untuk beribadah kepadanya.

Seperti yang dikatakan oleh Ulama, "Bekerjalah untuk duniamu, seakan-akan engkau hidup untuk selamanya, dan siapkan bekal untuk akhiratmu, seolah-olah engkau akan mati esok hari".

Sekarang ini kita hidup di dunia, maka kita juga harus memikirkan dunia. Namun kita akan meninggalkan dunia, dan beralih ke alam akhirat, maka kita harus mempersiapkan bekal untuk kesana. Siapkan bekal untuk akhirat, sebagaimana kita mempersiapkan bekal kita ketika di dunia. ko

Eko Wahyu Naldi

Ilmu Komunikasi

UIN Suska Riau

KOMENTAR