Camat Tak Berani Menutup Kuari Ilegal, Karena Ini Loh

Rabu, 12 September 2018 15:59:41
Camat Tak Berani Menutup Kuari Ilegal, Karena Ini Loh
Mahasiswa XIII Koto Kampar melakukan demo ke kantor Kecamatan XII Koto Kampar atas permasalahan Aquari ilegal yang merusak lingkungan

BANGKINANG, INFORIAU.co - Maraknya pertumbuhan perusahaan pertambangan ilegal di Kecamatan XIII Koto Kampar membuat pemerintah kecamatan tidak berdaya untuk melakukan tindakan tegas, hal ini disebabkan banyaknya masyarakat setempat yang menggantungkan hidup bersama pengusaha nakal.


Kenyataaan ini disebutkan oleh Kasi Trantib Pemerintah Kecamatan XIII Koto Kampar, Danil, kepada sejumlah mahasiswa saat melakukan aksi damai ke Kantor Camat XIII Koto Kampar, Rabu (12/9/2018) siang tadi.


"Kami tidak berani menutup aktifitas pertambangan ilegal itu karena berbagai pertimbangan, yang pertama banyak orang sini bekerja disitu, dan ada juga mobil orang kita juga difungsikan disitu. Nanti kalau kami tutup akan banyak yang menganggur," kata Danil saat menyambut massa di depan Kantor Camat.


Danil juga menjelaskan, ada enam perusahaan yang beraktifitas di Kecamatan XIII Koto Kampar hanya 2 Aquari yang mengantongi izin.


"Ada 6 akuari, 2 yang memiliki izin, sementara kuari wali Owa izinnya sudah mati, tapi sedang dalam preses perpanjangan mungkin sudah sampai ke provinsi. Kalau tiga lagi memang sampai saat ini belum ada sama sekali," terang Danil.


Danil juga membebarkan, bahwa aktifitas Galian C memang sudah menimbulkan keresahan masyarakat, bahkan sudah banyak korban nyawa melayang akibat kuari.


Untuk mencari solusi, Kasi Trantib akan memanggil pihak pengusaha untuk datang ke kantor camat. "Kemaren kami sudah melakukan pemanggilan ke pihak perusahaan, besok kita akan adakan rapat, kami minta kalian hadir dan mengusulkan pendapat," tutupnya. (def)

KOMENTAR