Dangkal dan Tertimbun Sampah, Tiang Bangunan dalam Sungai Penyebab Banjir Dupa

Senin, 17 September 2018 20:46:54 344
Dangkal dan Tertimbun Sampah, Tiang Bangunan dalam Sungai Penyebab Banjir Dupa
Dinas PUPR Kota Pekanbaru saat meninjau lokasi penyebab banjir di Pasar Dupa.

PEKANBARU, INFORIAU.co - Banjir yang selalu merendam kawasan Pasar pagi Dupa hingga ke Jalan Sudirman disebabkan tiang bangunan bekas kios di pasar swasta tersebut.

Dari pantauan lapangan, meski bangunan bekas kios yang berdiri mengangkangi anak sungai yang membelah Pasar Pagi Dupa sudah dirobohkan, namun tiang-tiang penyangga bangunan masih menancap kokoh ke dalam anak sungai.

Kondisi ini diperburuk banyaknya sampah pasar yang menumpuk di dalam anak sungai selebar lebih kurang 2 meter itu. Belum lagi, pendangkalan anak sungai yang diakibatkan sampah yang menumpuk.

"Saat hujan sampah-sampah dari pasar itu nyangkut di tiang," kata Upiak (52), warga setempat, Senin (17/9/2018).

Ia mengaku, sudah 45 tahun tinggal di wilayah tersebut. Sejak itu pula Ia merasakan berulang kali mengalami kebanjiran. Kondisi terparah Ia rasakan satu tahun lalu.

"Pernah setinggi dada orang dewasa," kata Upiak.

Bongkar Tiang Bangunan

Kepala Dinas PU Penataan Ruang Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution saat dikonfirmasi mengakui memang banyak masyarakat yang membangun di pinggiran sungai, dengan tiang yang menancap ke dalam sungai.

"Di sepanjang aliran sungai ini, banyak masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Karena itu mungkin alternatif yang paling mudah," kata dia.

Lanjutnya, langkah-langkah yang akan dilakukan, kata dia, pihaknya akan minta masyarakat membongkar tiang-tiang bangunan yang ada di pinggir sungai. Selain itu, koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) serta pihak kecamatan dan kelurahan perlu dilakukan.

"Jadi bagaimana mengedukasi masyarakat agar jangan membuang sampah ke sungai," kata dia.

Selain tiang bangunan dan pendangkalan, turap di hilir sungai yang mengarah ke Jalan Puyuh Mas terlihat sudah hancur. Kondisi tersebut tidak bisa menampung aliran sungai, sehingga air tumpah ke pemukiman warga.

"Kita akan keruk sampah yang sudah lama di dalam sungai. Turap yang sudah hancur akan kita programkan kembali," katanya. Kim

KOMENTAR