Dewan: Jangan Paksakan Karyawan Muslim Gunakan Atribut Natal

Rabu, 21 Desember 2016 10:54:41 670
 Dewan: Jangan Paksakan Karyawan Muslim Gunakan Atribut Natal
Mulyadi Amd
Pekanbaru, inforiau - Jelang perayaan Natal 2016 di Kota Pekanbaru, para pelaku usaha atau perusahaan-perusahaan di Kota Pekanbaru dihimbau tidak memaksa para karyawan terutama yang beragama muslim untuk menggunakan atribut-atribut Natal seperti topi kerucut atau topi sinterklas.
 
Hal ini disampaikan oleh Mulyadi Amd, anggota DPRD Kota Pekanbaru, Selasa (20/12)
 
"Kita sangat menghargai dan toleransi terhadap perayaan agama lain dalam hal ini Natal. Namun tidak harus memaksa karyawan maupun karyawati menggunakan atribut atau simbol-simbol keagamaan yang bisa menggoyahkan aqidah seperti penggunaan topi kerucut atau juga topi sinterklas," ungkap Mulyadi.
 
Dijelaskan anggota dewan Dapil Tampan Payung Sekaki ini , bahwa topi kerucut ini memiliki sejarah yang harus diketahui oleh semua umat agama Islam agar tidak
ikut-ikutan dalam menggunakannya.
 
"Topi kerucut adalah simbol topi dengan bentuk yang disebut Sanbenito, yakni topi yang digunakan muslim Andalusia untuk menandai bahwa mereka sudah murtad di bawah penindasan Gereja Katholik Roma yang menerapkan Inkuisisi Spanyol 6 abad yang lalu. Dan ini harus diketahui, kita harus banyak membaca sejarah agar tidak asal ikut-ikutan. Karena ini bukan perkara sepele, menyangkut aqidah. Untuk itu, kepada perusahaan diminta jangan sampai para karyawan dipaksa untuk menggunakan topi kerucut tersebut," pungkas Mulyadi," IR

KOMENTAR