Dukung Pekanbaru Bertanjak, LAM Pekanbaru Minta Pengusaha Taat Aturan di Bulan Puasa

Jumat, 18 Mei 2018 14:37:13
Dukung Pekanbaru Bertanjak, LAM Pekanbaru Minta Pengusaha Taat Aturan di Bulan Puasa

PEKANBARU,INFORIAU.co-Sebanyak empat orang dari perwakilan Lembaga Adat Melayu melakukan silahtuhrahmi ke kantor walikota pekanbaru dengan agenda peluncuran logo pekanbaru bertanjak bersempena hari jadi kota Pekanbaru ke-234. Dalam acara silahturahmi ini para tokoh Adat Melayu Riau disambut baik Plt Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi SSi.

Kemudian para tokoh adat melayu memperkenalkan tanjak atau penutup kepala khas suku melayu yang sekarang sudah agak susah di jumpai.

"Kami ingin melestarikan kembali tanjak ini, karena ini merupakan ciri khas budaya melayu yang sudah hampir punah. Ada 4 jenis tanjak yang di rekomendasikan oleh LAM Riau, yaitu tanjak elang menusuk angin, dendam tak sudah, tebing runtuh dan tial ayam.” kata datuk Tengku Arifin, Tokoh LAM Pekanbaru Rabu (16/5/2018) kemarin.

Lebih lanjut LAM Riau Kota Pekanbaru juga mendukung Program Pemerintah Pekanbaru Bertanjak, serta muatan melayu lokal harus diterapkan sampai ke anak usia dini.

“Kami LAM Riau Pekanbaru sangat mendukung program Pekanbaru bertanjak dan mendukung penuh muatan lokal budaya melayu harus di terapkan ke anak usia dini, untuk pemakaian bahasa melayu ini, akan ada Pergub untuk muatan lokal budaya melayu. Kami akan bekerja sama dengan Lam Riau dan dinas pendidikan dan kebudayaan. Untuk pendidikan dan non pendidikan, untuk pendidikan akan diadakan pelajaran muatan lokal dari sd sampai sma. Dan untuk non pendidikan akan ada juga muatan lokal melayunya seperti pemakaian bahasa melayu, pantun, baju melayu dan kami akan putarkan lagu melayu di hotel hotel dan di tempat lain” tambahnya,"

Selanjutnya LAM Riau Kota Pekanbaru juga dengan tegas meminta pemerintah kota Pekanbaru agar dapat memberi himbauan kepada pengusaha tempat hiburan malam yang ada untuk dapat taat selama bulan Ramadhan ini.

“Kami dari LAM Kota Pekanbaru meminta untuk para pengusaha hiburan malam dan restoran agar mau menaati aturan jam buka dan jam tutup, sperti jam buka mulai dari jam 16:00 wib sampai jam 22:00 wib, dan harus sesuai dengan budaya kita. Kalau taat dengan dengan peraturan insyaallah tidak akan jadi masalah, dan dalam bulan suci ramadhan ini para pelaku usaha mohon hargai kami, kita menghargai umat lain dan umat lain pun akan menghargai kita juga” tutur datuk Timbalan MK.

Dan terakhir acara silahturahmi ini di tutup dengan sesi photo bersama dengan Wali Kota Pekanbaru.Kim

KOMENTAR