Gubri Mengaku Komitmen Hidupkan Syiar Islam

Selasa, 26 April 2022 21:04:50
Gubri Mengaku Komitmen Hidupkan Syiar Islam
Gubernur Riau, Syamsuar

Inforiau - Budaya Melayu merupakan budaya yang identik dengan Islam, dan itu harus ditunjukkan dengan kenyataan hidup sehari-hari orang Melayu.

Seperti itu dikatakan Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar. Lalu dia menyebutkan, zaman dulu di setiap rumah di kampung-kampung, setiap magrib pasti terdengar suara anak-anak, kaum ibu dan bapak-bapaknya mengaji dan membaca Al-Quran. Namun ia menyayangkan, saat ini kebiasaan baik tersebut tidak lagi banyak dilakukan masyarakat.

Oleh karena itu, Syamsuar kembali mengajak dan megimbau seluruh masyarakat Riau untuk kembali menghidupkan syiar Islam di Bumi Melayu ini, satu diantara upayanya adalah dengan kegiatan Magrib mengaji.

"Kita tahu Melayu identik Islam, itu harus ditunjukkan dengan kenyataan hidup sehari-hari. Dulu saya bertugas di Meranti, dari rumah ke masjid saya jalan kaki, pasti setiap rumah itu dengar orang ngaji," ucapnya, saat Safari Ramadan ke Rohul, Senin (25/4/2022) malam.

Syamsuar menambahkan, syiar shalawat juga menjadi identiknya dengan kebudayaan Melayu. Bahkan dulunya setiap acara tujuh bulanan, nikah kawan akan ada kegiatan shalawat.

"Bahkan dulu ada juga berzikir sampai Subuh. Itu suasana Islam tidak bisa dihilangkan dari kehidupan Melayu," ujarnya.

Lalu Syamsuar menyebutkan, ia sangat berkomitmen dalam menghidupkan kembali syiar Islam pada masyarakat Melayu.

Terangnya, dalam kegiatan MTQ tingkat Provinsi Riau 2022 yang akan digelar di Bagansiapiapi mendatang, akan dihidupkan kembali lomba berzanji.

Ia menuturkan, upaya membumikan Al-Quran di tengah masyarakat Melayu sudah mulai dilaksanakan di Kota Pekanbaru. Sebutnya, saat ini ada perkumpulan qori dan qoriah untuk menyiarkan sholawat dan Al-Quran.

"Teman saya ada bilang, saya pikir di Jawa saja ada shalawat rupanya di Riau juga ada. Jadi hal ini ciri khas Melayu dan ini tidak boleh hilang di Bumi Melayu," tuturnya.

Pemprov Riau, sebut dia, juga berkomitmen mencetak generasi penghafal Al-Quran di Riau. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya anak penghafal Al-Quran yang diberikan dukungan beasiswa untuk pendidikannya.

Ia mengharapkan kedepanya masing-masing desa memiliki tahfidz Quran. Sehingga diharapkan Riau menjadi daerah yang sejahtera dan makmur.

"Bayangkan berapa kampung di Riau ini, kalau lah satu desa satu hafiz, coba bayangkan berapa hafiz hafizah kita," tutupnya.*

KOMENTAR