Heru, Warga Agam Berhasil Budidayakan Bunga Langka

Selasa, 29 Oktober 2019 12:32:27
Heru, Warga Agam Berhasil Budidayakan Bunga Langka
Salah Satu Bunga Langka yang dibudidaya Heru di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam

AGAM,INFORIAU.co - Atas kecintaannya dengan tumbuhan, Heru Nofriandi (27), warga Koto Rantang, Kecamatan, Palupuah, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), berhasil lestarikan bunga langka jenis bunga bangkai di perkarangan rumah.

Saat ini, terdapat 11 kuncup kecil bunga dengan nama latin Amorphophallus Titanium di dekat kediaman Heru.

"Saat ini terdapat 1 bunga langaka dengan tingga mencapai 60 cm dan 11 kuncup kecil," ujarnya kepada MinangkabauNews.com, Selasa, (29/10).

Dijelaskannya, bibit bunga bangkai ini diambil dari umbi sisa tumbuhan bunga bangkai beberapa bulan yang lalu saat hendak membersihkan kebun, kemudian dibawa pulang dan ditanam kedalam pot.

"Beberapa bulan lalu saya mengambil umbi bunga bangkai yang telah mati. Saat ini umbi tersebut mulai tumbuh dan membesar sehingga pot awal pacah. Jadi, saya buatkan pot yang lebih besar dari bambu sekitar satu bulan yang lalu. Saat ini bunga itu sudah mulai terlihat ada kuncup dan sekarang tingginya sudah hampir satu meter, diperkirakan bulan mendatang akan mekar," ungkapnya.

Selain itu, ia juga kembali mengambil 10 bakal umbi bunga bangkai dan menanamnya disekitar rumah.

"Saya juga sudah menanam kembali umbi bunga bangkai tersebut disekitar rumah dengan memberi jarak yang cukuo jauh. Saat ini bunga itu sudah muncul kuncup - kuncup kecil. Inyaallah 3 bulan kedepan bunga tersebut akan mekar," lanjutnya.

Heru mengakui, ia sangat menyukai tumbuhan langka seperti Rafflesia dan bunga Bangkai. Jika ada imformasi temuan bunga di daerahnya, ia akan mengajak masyarakat untuk menjaga serta menghubungi BKSDA.

"Memang, di Kecamatan Palupuah ini sangat sering ditemukan bunga langka. Setiao ada temuan saya selalu memberitahukan kepada BKSDA. Nah, saat bunga sudah busuk, tidak diperhatikan lagi hingga kemunculan berikutnya. Saya coba mengambil sisa umbi kemudian menanamnya dan alhamdulillah tumbuh dan dapat dirawat setiap hari," tutupnya. (JNS)

KOMENTAR