Keperdulian Polres Bengkalis Membentuk Komunitas Korban Lakalantas di Duri

Jumat, 17 Februari 2017 11:31:00 827
Keperdulian Polres Bengkalis Membentuk Komunitas Korban Lakalantas di Duri
Komunitas korban lakalantas

Duri, Inforiau.co - Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono, Sik mendorong dan menyemangati terbentuknya Komunitas korban laka lantas Polres Bengkalis di Duri. Untuk pembentukan itu, Kapolres turun ke Duri, bertemu langsung, lbertatap muka serta berdialog dengan korban laka dengan mengelar pertemuan sederhana di kantor Satlantas Polres Bengkalis, Jalan Pipa Air Bersih, Kamis (16/2/17).

Hadir dalam pertemuan itu, Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Rachmat C Yusuf, Kapolsek Mandau, Kompol Ricki Rickardo, Kaur Bin Ops, Iptu Zainal dan sejumlah personil lantas lain, pihak BPJS dan Jasa Raharja.

Kepada korban laka, Kapolres menjelaskan ingin berkomunikasi langsung dan berharap mereka bisa menjadi motor pengerak disiplin berlalu lintas kepada warga lain.

" Jumlah angka kecelakaan lalulintas di Mandau cukup tinggi. Untuk itu dibentuk komunitas ini agar bisa sharing dan berbagi pengalaman," ujar Kapolres sembari menyampaikan polisi siap membantu jika nanti ditemui kendala.

Ditambahkan Kapolres, komunitas ini nanti diharapkan menjadi bagian dari pihak kepolisian memberikan informasi kepada masyarakat. Terutama pengalaman laka hingga nanti bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar berhati-hati saat berkendara.

" Mohon bantuan untuk bisa menjadi bagaian dari polisi, sebagai corong dan membei informasi kepada masyarakat. Terkait dengan pengalaman saat terjadi kecelakaan. sehingga masyarakat lebih mawas diri,” harap Kapolres.

Senada, Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Rachmat C Yusuf menyampaikan pembentukan komunitas korban Laka Lantas Polres Bengkalis di Mandau dan Pinggir bertujuan agar korban laka bisa bergabung dan menyampaikan himbauan kepada warga lain untuk disiplin dalam berkendara.

" Masih banyak warga yang berperilaku tidak disiplin saat berkendara. Untuk itu bisa dimotivasi lagi berdasarkan pengalaman-pengalaman nyata yang dialami korban," ujar Kasat.

Terpisah, korban laka yang hadir saling curhat mengungkapkan pengalaman masing-masing. Ada yang harus masuk penjara karena menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, ada yang harus kehilangan kaki dan ada lagi yang kehilangan keluarganya tercinta. rtc

KOMENTAR