Korupsi PLTU Peranap, Partai Golkar 'Cuci Tangan'?

Selasa, 04 September 2018 16:41:21
Korupsi PLTU Peranap, Partai Golkar 'Cuci Tangan'?
Airlangga Hartanto

INFORIAU.co - Ketua DPP Golkar TB Ace Hasan Syadzily angkat bicara mengenai pengakuan politikus Golkar Eni Maulani Saragih yang mengaku mengawal proyek PLTU Riau-I oleh ketua umum Golkar.

Ace menegaskan, secara institusi partainya tidak pernah membahas proyek PLTU Riau-1 dan tidak ada kaitannya dengan dugaan suap melibatkan Eni Saragih. Sehingga menurut Ace, proyek tersebut murni urusan pribadi Eni saat menjabat sebagai wakil ketua Komisi VII DPR.

“Secara institusi, kami tidak pernah membahas tentang proyek PLTU Riau. Proyek itu adalah urusannya Bu Eni saat di Komisi VII. Enggak ada kaitannya dengan Golkar,” kata Ace di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/9).

“Jadi kita harus bedakan, mana merupakan pribadi Bu Eni dan Pak Idrus (Plt Ketum Golkar), mana yang jadi urusan kewenangan institusi kepartaian,” tambahnya.

Meski demikian, Ace menyebut Golkar akan menghormati proses hukum yang tengah berjalan di KPK. Menurutnya, keterlibatan Golkar dalam proyek tersebut lebih baik dibuktikan dalam proses pengadilan. Sehingga jawaban apakah Golkar siap untuk diaudit atau tidak tergantung dari fakta persidangan.

“Soal diaudit atau tidak, kita harus melihat juga. Itu kan nanti akan dilihat daam proses pengadilan. Kami tidak ingin berandai-andai terhadap apapun yang terjadi dalam proses pengadilan tersebut. Tapi kami pasti akan kooperatif dengan KPK terkait dengan kasus yang dialami Bu Eni,” tegasnya.

Ia juga menyebut Golkar tidak bisa dikenakan pemidanaan korporasi. Sebab, dugaan suap yang diterima Eni dilakukan atas nama pribadi, bukan atas nama institusi kepartaian.

“Kami meyakini bahwa korporasi itu ada UU nya sendiri. Parpol juga tunduk kepada UU. Jadi kalau pertanyaannya pada korporasi tentu kita harus bedakan mana urusannya institusi dan pribadi,” jelasnya. Kmp

KOMENTAR