Pesona Maawuo Danau Bokuok

Senin, 14 November 2016 09:59:00 872
Pesona Maawuo Danau Bokuok

Tambang, inforiau - Giar memang masih kecil. Lazimnya anak kecil lainnya, dia sangat girang ketika melihat air, sampan, dan juga ikan. Seperti ribuan anak lainnya, dia nampak tak sabar 'melayari' Danau Bokuok, Ahad (13/11). Maklumlah, ini pesta sekali setahun. Tradisi Maawuo Danau Bokuok atau menangkap ikan bersama-sama di Danau Bokuok, ini memang sudah menjadi buah bibir sejak lama.


Giar tentu bukan anak sembarangan. Kakek yang dia maksud adalah Arsyadjuliandi Rachman, Gubernur Riau. Seperti cucu-cucu lainnya, kakek alias atuk adalah 'teman' bermain yang enak diajak. Sang kakek pun tak tinggal diam. Bersama tim Basarnas Kampar, dia ikuti melayari Danau Bokuok yang dipenuhi ratusan sampan yang sibuk menangkap ikan.
Suasana meriah memang sangat terasa pada pesta Maawuo Danau Bokuok itu. Sang Gubernur pun mengaku tidak menyangka helat ini akan dihadiri puluhan ribu orang. Ada ratusan pondok masyarakat yang dibuat di sepanjang bantaran danau. Puluhan ton ikan dari berbagai jenis, yaitu kopiek, nila, patin, motan, belida, dan lainnya, juga berhasil dipanen. Motan adalah andalan danau ini. Dari dulu, motan Danau Bokuok memang sangat terkenal apalagi kalau sudah disalai alias dimasak asap.
Maawuo kali ini memang terasa agak berbeda. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman langsung membuka tradisi yang sudah berlangsung puluhan tahun ini. Andi Rachman bahkan tak sungkan turut nyemplung ke danau, dan menebar jaring menangkap ikan. Tak ayal cucunya pun terlihat gembira melihat kakeknya yang berlagak seperti nelayan atau petani tambak yang sedang memanen ikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau, Fahmizal Usman mengatakan kehadiran Gubernur Riau merupakan wujud keseriusan Pemerintah untuk menjadikan Riau sebagai Negeri yang berbasis pariwisata Budaya.
"Ini spirit yang ditunjukkan oleh pemimpin negeri yang kaya akan budaya. Oleh karena itu event- event budaya yang ada di riau harus diangkat dan di promosikan. Termasuk salah satunya adalah Festival Danau Bakuok ini," ujar Fahmizal.
Untuk itu kata dia, pihaknya tetap komitmen, akan membantu setiap Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan iven apapun.
"Bantuan tersebut tentunya berbentuk promosi, baik melalui media, banner maupun baleho," ujarnya.
Selain itu kata Fahmizal, pihaknya juga terus mendorong pemerintah Kota/Kabupaten di Riau, agar terus mengangkat kebudayaan masing-masing. "Ini sudah eranya kita mengenakan budaya Riau ke kancah nasional. Mari sama-sama menggelerokan Riau sebagai pusat pariwisata budaya," pungkasnya.*1/hen

KOMENTAR