PSSI Pastikan Indonesia Siap Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-17

Selasa, 04 April 2023 22:18:45 370
PSSI Pastikan Indonesia Siap Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-17
Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali

Inforiau - Indonesia dipastikan Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali siap ditunjuk FIFA menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023 menggantikan Peru. Zainudin juga mengatakan jika Bima Sakti kemungkinan menjadi pelatih Timnas Indonesia U-17 itu.

Belakangan sedang berkembang rumor yang menyebut Indonesia akan menggantikan Peru menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. FIFA mencabut status Peru sebagai tuan rumah karena belum memenuhi target infrastruktur yang diinginkan.

Sebelum itu, FIFA lebih dahulu mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. FIFA menyebut alasan pencabutan karena situasi terkini yang diduga lantaran banyaknya penolakan terhadap Israel sebagai tim peserta.

Zainudin Amali sendiri memastikan Indonesia siap andai dipilih FIFA. Sebab, Indonesia sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

"(Piala Dunia) U-20 saja kami siap. Kan levelnya (Piala Dunia U-17) di bawah itu," kata Zainudin Amali saat bincang-bincang dengan awak media di Senayan, Jakarta, Selasa (4/4/2023) seperti dimuat Suara.com.

"Kalau timnasnya nanti yang juara AFF, (tim) Bima Sakti. Itu sih oke," sambung mantan Menpora tersebut.

Namun, Waketum PSSI memastian untuk saat ini tidak fokus ke sana. Indonesia sedang berusaha agar tidak mendapatkan sanksi berat dari FIFA menyusul dicabutnya status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Saat ini Ketua Umum PSSI, Erick Thohir terbang ke Eropa untuk berbicara langsung dengan FIFA. Namun, banyak rumor yang menyebut menteri BUMN itu punya misi lain yakni menawarkan diri jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

"Kalau memungkinkan, misalnya kalau hukuman itu memungkinkan kita jadi tuan rumah, kita upayakan. Tetapi kalau hukumannya tidak mungkin, makanya kita fokus ke sanksinya dulu," jelas Zainudin

"Kalau toh dapat, seringan ringannya. Kan ada level sanksi. Jangan sampai kayak 2015, itu berharapnya seperti itu," pungkasnya.*

KOMENTAR