Rumah Riau: Menolak Bencana dengan Syariah Allah

Minggu, 14 Oktober 2018 13:47:47
Rumah Riau: Menolak Bencana dengan Syariah Allah

PEKANBARU, INFORIAU.CO - Bencana demi bencana menghampiri negeri ini hari demi hari. Belum kering air mata kita di Lombok, gempa berkekuatan 7.7 magnitudo kembali meluluh lantakkan Donggala dan Palu. Umat Islam meyakini bahwa bencana terjadi tidak hanya karena fenomena alam semata, namun juga karena kemaksiatan yang dilakukan manusia.

Untuk mengupas fenomena tersebut dari tinjauan Ilmiah dan Syariah, Forum Ukhuwah Muslimah Riau (Rumah Riau) mengadakan Diskusi Tokoh Muslimah yang bertajuk “Maksiat Mengundang Bencana, Peringatan untuk Kembali kepada Dien Islam”.

Acara ini ditaja di Hotel Grand Tjokro Pekanbaru pada Ahad (14/10/2018), dihadiri oleh puluhan tokoh muslimah dari berbagai elemen masyarakat. Yeni Kusumawati (Dosen Pertanian Universitas Riau) memaparkan lebih dahulu tinjauan Ilmiah bencana-bencana alam yang terjadi sekarang ini. Ia memaparkan bahwa bahkan negara-negara maju sekalipun juga tidak luput dari terjangan berbagai bencana alam, seperti Amerika, Jepang dan Cina.

Tidak sedikit juga dari mereka yang gagal memprediksi datangnya bencana tersebut, padahal mereka negara maju.

“Maka yang membedakan adalah cara pandang kita dalam melihat bencana, dari kacamata Iman atau tidak” ujarnya.

Ia mengatakan, meskipun peristiwa tersebut bisa dijelaskan secara Ilmiah, tapi tidak satupun tinjauan Ilmiah yang bisa memprediksi dengan pasti kapan peristiwa tesebut datang.

Inilah menurutnya yang membedakan dengan orang yang tidak beriman (kafir), mereka hanya memandang bencana sebatas fenomena alam. Sementrara orang Mukmin memahami bahwa setiap bencana tersebut terjadi karena kehendak Allah.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam Alquran Allah telah menyebutkan bencana atau azab terjadi karena ingkarnya manusia kepada Allah sehingga Allah murka, “Sebagai seorang Muslim tentu kita harus muhasabah diri, adakah maksiat kepada Allah yang kita kerjakan?” katanya kepada audiens. Maka Yeni kemudian menghimbau untuk belajar dari sejarah, banyak orang-orang yang Ingkar kepada Allah justru berakhir dengan kehinaan.

Pembicara selanjutnya Hilma Malini (Konselor Rumah Tangga dan Remaja) memaparkan tentang bencana lain yang menimpa umat hari ini, yaitu bencana sosial. Ia menyebutkan bahwa bencana sosial ini jauh lebih berbahaya dari bencana alam, “karena belum tentu setiap orang langsung ngeh bahwa ia sedang tertimpa bencana” jelasnya.

Ia mencontohkan bencana sosial disekitar kita adalah ancaman LGBT. Islam telah mengharamkan perilaku LGBT, namun perilaku tersebut ibarat dipelihara karena tidak ada hukum yang tegas melarang perilaku menyimpang tersebut.

Bencana sosial lainnya adalah rusaknya keluarga, seperti perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, dan sebagainya. Rusaknya keluarga, jelasnya, bisa mengakibatkan rusaknya generasi.
Bencana sosial paling besar yang dilakukan oleh manusia adalah kesyirikan dan kemaksiatan kepada Allah, terutama jika kesyirikan tadi dilakukan oleh para penguasa, “jangan heran, jika hal tersebut akan mengundang murka Allah SWT” kata Ibu satu anak ini.

Hilma pun menjelaskan bahwa bencana tersebut terjadi karena umat Muslim banyak meninggalkan syariah Allah. Maka untuk mengatasi bencana sosial yang mengundang murka Allah tersebut, umat

Islam harus taat kepada Allah dengan meninggalkan sekulerisme, dan kembali menerapkan hukum Allah secara menyeluruh tidak setengah – setengah, agar keberkahan dan rahmat Allah mengampiri umat Islam. rls

KOMENTAR