Siaga Darurat Karlahut Diperpanjang 4 Bulan

Rabu, 08 Juni 2016 22:36:58 866
Siaga Darurat Karlahut Diperpanjang 4 Bulan
Konpers Tim Terpadu Pencegahan Karlahut Riau
Pekanbaru, inforiau.co - Tim Terpadu Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) Provinsi Riau menyatakan Status Siaga Darurat Karlahut diperpanjang selama 4 bulan mendatang. 
 
Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Nurendi, M.Si mengatakan berdasarkan pemaparan BMKG Pekanbaru, Riau masih berada dalam musim kering. Untuk itu status Siaga Darurat Karhutla perlu diperpanjang.
 
"Status Siaga Darurat diperpanjang 4 bulan dari bulan Juni, Juli, Agustus hingga September 2016 nanti. Kebijakan ini sebagai bentuk antisipasi dan pencegahan Karhutla di Riau," katanya baru-baru ini.
 
Lanjut dia, bila status Siaga Darurat tidak diperpanjang, dikhawatirkan kasus kebakaran lahan dan hutan kembali terjadi, mengingat masih panjangnya musim kering atau kemarau. Sebagai bentuk antisipasi saat ini, kata dia, telah diterjunkan 200 prajurit TNI di beberapa daerah yang dinilai rawan Karhutla, seperti di Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai. Dan operasi ini juga mendapat dukungan dana operasional dari pemerintah daerah serta beberapa perusahaan.
 
"Dengan medan yang cukup berat, idealnya tim pengawas yang diturunkan sebanyak 3.849 personil TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, dan lainnya. Tetapi karena keterbatasan anggaran membuat kondisi ideal itu belum dapat terealisasi dilapangan," ujarnya.
 
Sementara itu Karo Ops Polda Riau, Kombes Hafif mengatakan upaya sosialisasi pencegahan dan antisipasi karlahut sudah ribuan kali diadakan tetapi tetap terjadi kasus kebakaran lahan. "Ini kembali kepada manusianya, kalau tidak mau diatur tetap saja akan membakar hutan lagi, walaupun sudah berulang kali disampaikan tentang bahaya dan risiko membakar lahan dan hutan," katanya.
 
Terang dia, sebagai langkah pengawasan dan pencegahan, Polda Riau telah memasang 927 spanduk imbauan dan larangan, beserta ancaman pidana bagi pembakar lahan dan hutan. Bahkan Kepolisian juga telah melakukan 5.000 lebih patroli pengawasan karhutla, dengan jumlah aparat yang disiagakan mencapai 13.000 personel.
 
"Aparat gabungan telah memetakan wilayah yang rawan terjadinya Karlahut. Pada daerah itu dilakukan upaya pembuatan sekat kanal agar dapat dilakukan upaya antisipatif karlahut lebih cepat. Adapun saat ini Polda Riau sedang melakukan proses penindakan hukum kepada 45 orang pelaku pembakaran lahan dan hutan perseorangan," pungkasnya. AWI

KOMENTAR