Siswa Berkebutuhan Khusus Ikuti PK LK

Senin, 05 September 2016 10:03:04 1012
Siswa Berkebutuhan Khusus Ikuti PK LK
Ka Penggerak PKK Riau bersama Direktur PKLK Kemendikbud, serta Kadisbud dan Kadisos Riau saat membuka Gebyar PK LK tahun 2016 tingkat Provinsi Riau.

Pekanbaru, inforiau - Dengan mengangkat tema Kearifan Lokal Menjadi Inovasi Wirausaha Siswa Bercirikan Khas Daerah, 2-4 September digelar Gebyar Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PK-LK) tingkat Provinsi Riau yang disuguhkan dalam bentuk Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (Fiksi) PK LK tahun 2016 di Mal Ciputra Seraya Pekanbaru.

Direktur PK LK Kemendikbud RI, Sri Renani Pantjastuti, yang juga hadir dalam kesempatan pembukaan mengatakan, bahwa saat ini jumlah sekolah Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus termasuk untuk penyandang disabilitas di tanah air sudah banyak, namun jumlah anak yang sudah disekolahkan masih tergolong kecil.

"Tahun ini 12 persen anak berkebutuhan khusus yang sudah disekolahkan, ada peningkatan 1 persen dari tahun sebelumnya, namun bisa disebut ini masih kecil," ungkap Sri.

Dengan adanya ajang Gebyar PK LK yang ditaja setiap tahunnya di pusat keramaian seperti yang dilakukan Disdikbud Riau ini, Sri, berharap dapat menarik orang tua, dan masyarakat agar tahu apa hasilnya ketika anak yang membutuhkan layanan khusus bisa menghasilkan berbagai karya.

"Kerajinan tangan, tata boga dan lainnya menjadi karya nyata dari anak-anak ini. Tahun lalu kita kirim ke lomba tingkat internasional, dan ada beberapa cabang yang mampu dapat juara," katanya.     

Sementara itu Sisilita Arsyadjuliandi, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Riau dalam sambutannya mengatakan, pandangan masyarakat belum menggembirakan terhadap perlunya anak dengan kebutuhan khusus ini mendapatkan pendidikan, sedangkan mereka katanya dilindungi hak-haknya oleh negara berdasarkan undang-undang.

"Tugas kita memfasilitasi agar potensi mereka berkembang dengan baik, dan kegiatan ini menjadi wadah bagi mereka unjuk prestasi dan aktualisasi diri, menjadi anak-anak yang mandiri, dan juga berkontribusi bagi lingkungannnya. Dan juga diharap ini menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli," ujarnya.

Ada 58 peserta atau Sekolah Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus se Riau yang turut berpartisipasi membuka stand dan memeperlihatkan hasil karya anak didiknya dalam ajang Gebyar PK LK tingkat provinsi ini. AWI

KOMENTAR