Tahun Pelajaran Baru, Anak Imigran Sudah Bersekolah

Sabtu, 22 Juni 2019 10:34:44
Tahun Pelajaran Baru, Anak Imigran Sudah Bersekolah

PEKANBARU, inforiau.co - Kota Pekanbaru bakal jadi kota nomor dua, setelah Medan. Dimana, dari sekian banyak anak imigran, umumnya dari Timur Tengah, pada tahun pelajaran (TP) baru nanti sudah bisa bersekolah. Untuk tahap awal, khusus tingkat sekolah dasar (SD).

"Kita sudah lihat di Medan. Kalau rencana ini berjalan di TP baru nanti, Pekanbaru mungkin jadi kita nomor dua setelah Medan. Ini khusus untuk SD, bagi anak-anak imigran yang sudah sampai usia bersekolah," kata Kadis Pendidikan Kota Pekanbaru H Abdul Jamal MPd kepada media (21/6/2019).

Semua biaya, tambahnya, ditanggung oleh Intenational Organization Migration (IOM). Ini adalah salah satu lembaga khusus imigran di PBB (UNHCR). "Jadi, kita hanya menyalurkan atau fasilitasi saja. Karena mereka ini ada yang sudah 6-7 tahun di sini. Sebaiknya memang anak-anak ini bersekolah," jelasnya.

Syarat utama, tentu mereka wajib bisa berbahasa Indonesia. Agar bisa berbaur dan mengikuti pelajaran. Sekolah atau SD Negeri yang disasar pun tentu sekolah terdekat. "Sistemnya kita titip saja. Sekolah yang disasar tentulah yang muridnya kurang. Ada yang kita titip 3 orang di satu sekolah, atau bisa lebih. Sesuai dengan jumlah yang bisa di sekolah itu," ujarnya.

Diakui Jamal, banyak sisi positif dari rencana ini. Para anak-anak ini tentu tak lagi jadi anak tanpa pendidikan. Selain itu, mereka bisa perdalam bahasa Indonesia juga budaya kita. Sebaliknya, anak-anak SD negeri tersebut bisa pula belajar bahasa Inggris. "Anak-anak imigran ini kan pintar berbahasa Inggris. Nah, anak-anak bisa pula belajar dan saling dapat keuntungan," kata Jamal.

*Ortu Imigran Diberi Keterampilan*

Masih kata Jamal. Para orang tua laki-laki dan perempuan imigran pun diberi keterampilan. Bekerja sama dengan pihak Imigrasi, mereka bisa terampil dan memperoleh ilmu baru.

"Kalau anaknya sekolah, ortunya tentu bingung juga di rumah. Nah, kita bersama Kantor Imigrasi memberikan mereka ilmu dan keterampilan. Yang laki-laki kita ajarkan ilmu reparasi handphone. Sedangkan perempuannya, dapat keterampilan rumahan seperti menyulam, menjahit, memasak dan lainnya. Jadi, tak ada lagi kekhawatiran kita terhadap mereka," jelasnya.

Sampai kapan mereka difasilitasi seperti ini? Kata Jamal, sampai ada kepastian dari IOM bahwa mereka sampai saatnya nanti akan di deportasi. "Kalau mereka sudah pasti dipulangkan ke negaranya atau deportasi, maka selesai tugas kita," ucapnya, sambil menyebut bahwa saat ini ada ribuan imigran yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah.Kim

KOMENTAR