Tiba-tiba Saja, PD Kuok Bantah Keterlibatannya Telah Bermain Dengan Aparat Desa

Kamis, 08 Februari 2018 19:02:07
Tiba-tiba Saja, PD Kuok Bantah Keterlibatannya Telah Bermain Dengan Aparat Desa
Ilustrasi pembangunan Desa Asal-asalan

Bangkinang, Inforiau - Izul yang merupakan Pendamping Desa (PD) Kecamatan Kuok yang kemarin menyatakan bahwa dirinya sering bermain dengan Kepala Desa dalam hal pembangunan, kini malah membantah pernyataan yang sebelumnya secara terang-terangan keluar dari mulutnya sendiri.

Proyek yang ia maksudkan ialah pada pembangun drenase tahun 2017 di Desa Senama Nenek yang ketika itu dirinya adalah kontraktor pembangunannya.

"Itu salah paham aja, memang saat itu kami bercerita tentang proyek, tapi bukan dengan kepala desa, karena saat itu saya adalah kontraktor, karena kondisi tidak memungkinkan dan masyarakat pun meminta ganti rugi setiap jemba yang ada didepan rumahnya," kata Izul saat mengklarifikasi berita di Batu Bersurat, Kamis (8/2/18) sore.

"Saya terpilih jadi PDTI yang bagian infrastruktur tanggal 1 November 2017, dan penepatan pertama di Kecamatan Kuok, kejadian itu bukan saat menjadi PDTI," katanya.

Padahal sebelumnya sama-sama kita ketahui bahwa sang Pendamping Desa (PD) Kecamatan Kuok Izul ini sempat mengaku sering bermain kong-kalingkong dengan aparat desa dalam melaksanakan program pembangunan di desa.

"Karena masyarakat tidak ada yang konflen kami bagi dua aja. Setelah itu, kami membuat dreinase diatas jalan di Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu, namun juga tidak ada konflen, untungnya juga kami bagi dua" katanya dihadapan orang banyak di kantin Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Rabu (7/2/18) lalu.

Namun setelah dikonfirmasi ia tidak bisa berkomentar terkait pernyataannya tersebut, bahkan ia mengaku itu hanya sebagai gurawan di warung kopi. "Itu tidak ada, itu hanya bergurau diwarung kopi saja," jawabnya dengan bibir gemetar.

Sebelumnya Kepala Dinas PMD Kampar, Febri menyebutkan bahwa tugas dari PD bukan untuk melindungi keburukan kepala desa, PD bertugas untuk mendamping dan mengarahkan pemerintah desauntuk membuat kegiatan.

"PD seharusnya bekerja profesional karena mereka di SK kan oleh kementrian desa, untuk mengawasi dan mendampingi pemeruntah desa, bukan malah sebaliknya, karena PD meliki aturan dan kode etik, itu yang harus dijaga," tegas Febri.

Terkait laporan adanya permainan kong-kalikong antara PD dengan desa tersebut, sayangnya PMD Kampar sama sekali tidak bisa memberikan tindakan, karena mereja dibawah naungan kemendes, namun ia berjanji akan segera memberikan laporan tersebut ke Provinsi. "Kalau memang ada nanti kita proses dan laporan itu kita ajukan ke provinsi," tandas Febri. def

KOMENTAR